Kudeta Militer Turki, Inilah Reaksi Pemimpin Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rakyat Turki menguasai tank di Ankara, Turki, 16 Juli 2016. REUTERS/Tumay Berkin

    Rakyat Turki menguasai tank di Ankara, Turki, 16 Juli 2016. REUTERS/Tumay Berkin

    TEMPO.CO, Ankara - Kudeta militer Turki yang dilancarkan pada Jumat dinihari waktu setempat, 15 Juli 2016, mendapatkan reaksi dari para pemimpin dunia. Berikut ini pernyataan mereka.

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon
    "Kami mendesak semua pihak untuk tetap tenang. PBB akan segera mencari tahu situasi yang terjadi."

    Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama
    "Kami meminta semua pihak di Turki kembali ke pemerintahan yang dipilih secara demokratis."

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry
    John Kerry, yang sedang melawat ke Rusia untuk membicarakan masalah Suriah, mengatakan, "Gedung Putih sepakat bahwa semua pihak di Turki harus mendukung pemerintahan Turki yang dipilih secara demokratis, menahan diri, dan menghindari kekerasan atau pertumpahan darah."

    Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson
    "Kami sangat prihatin atas situasi yang sedang berlangsung di Turki." Selanjutnya, dia meminta warga Inggris menghindari tepat-tempat umum dan tetap waspada hingga situasinya jelas.

    Menteri Luar Negeri Iran, Javed Zarif
    "Kami menaruh perhatian sangat mendalam mengenai krisis di Turki. Stabilitas dan keamanan rakyat Turki harus diutamakan. Persatuan dan kehati-hatian juga sangat penting," ucapnya melalui akun Twitter.

    Menteri Luar Negeri Rusia, Segey Lavrov
    Lavrov dan sejumlah pejabat Rusia lainnya meminta warga negaranya yang berada di Turki untuk tetap tinggal di rumah di tengah ketidakpastian kudeta militer yang sedang berlangsung.

    ALJAZEEERA | CHOIRUL AMINUDDIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.