ISIS Pastikan Kematian Pemimpin Militernya, Omar Sishani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komandan ISIS, Omar al Shishani. independent.co.uk

    Komandan ISIS, Omar al Shishani. independent.co.uk

    TEMPO.COJakarta - Sebuah kantor berita yang terkait dengan ISIS telah mengkonfirmasi kematian pemimpin kunci ISIS bernama Omar Shishani. Kantor berita Amaq menyatakan Shishani tewas dalam pertempuran di Kota Shirqat, di Mosul bagian selatan, Irak.

    Shishani, yang memiliki nama asli Tarkhan Batirashvili, juga dikenal sebagai Omar The Chechen. Pria berjanggut merah ini disebut sebagai seorang penasihat militer yang dekat dengan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.

    Di dalam website Amaq yang sering digunakan ISIS untuk mengeluarkan berita, Shishani dikatakan tewas karena mengusir pasukan yang berkampanye untuk merebut kembali Kota Mosul. Sedangkan Pentagon menyatakan Shishani tewas pada Maret lalu karena luka yang diderita dalam serangan udara pasukan Amerika Serikat di Suriah.

    Shishani diketahui telah memegang berbagai posisi senior militer dalam kelompok itu, termasuk posisi menteri perang. Bahkan Amerika Serikat tahun lalu menawarkan hadiah sebesar US$ 5 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap dia.

    Perbedaan klaim antara ISIS dan pemerintah Amerika tentang waktu meninggalnya Shishani menimbulkan perdebatan. Salah satunya dari ahli keamanan yang sering memberikan saran kepada pemerintah Irak, Hisham al-Hashimi. Dia mengatakan ada seorang sumber di Shirqat yang memastikan Shishani tewas di sana bersama beberapa milisi lain.

    Adapun Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan Shishani memang terluka dan tewas pada Maret. Bahkan ia mengaku sudah mengkonfirmasi dari dokter yang menemui Shishani pada Maret lalu.

    Shishani, yang lahir pada 1986 di Georgia, pernah berjuang dalam operasi militer sebagai pemberontak di Chechnya, sebelum bergabung dengan militer Georgia pada 2006. Pada waktu bergabung dengan militer Georgia, ia pernah melawan pasukan Rusia, sebelum akhirnya dibuang dua tahun kemudian karena alasan medis.

    Lalu Shishani ditangkap pada 2010 karena memiliki senjata dan menghabiskan lebih dari satu tahun di penjara. Pada 2012, ia meninggalkan Georgia dan pergi ke Istanbul, sebelum akhirnya masuk Suriah dan bergabung dengan ISIS.

    BBC | REUTERS | DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.