Resmi Mundur, David Cameron Berharap Inggris Lebih Kuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Inggris, David Cameron, menggandeng istrinya, Samantha, saat akan memberikan pernyataan berkaitan hasil referendum Inggris di depan Downing Street 10, London, 24 Juni 2016.   REUTERS/Phil Noble

    PM Inggris, David Cameron, menggandeng istrinya, Samantha, saat akan memberikan pernyataan berkaitan hasil referendum Inggris di depan Downing Street 10, London, 24 Juni 2016. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Buckingham - David Cameron mengatakan menjadi perdana menteri adalah sebuah kehormatan besar yang ia dapat selama ini. Pernyataan itu terlontar setelah ia menghadap Ratu Elizabeth untuk pamit mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

    Diapit oleh istri dan anak-anaknya di Downing Street, Cameron mengatakan Inggris akan lebih kuat ketimbang saat dipimpin olehnya. "Saya percaya hari ini negara kita (Inggris) jauh lebih kuat," katanya seperti dilansir BBC, Rabu, 13 Juli 2016.

    Cameron pun pergi ke Istana Buckingham untuk menunjuk Theresa May sebagai penggantinya. Ia berharap, May memimpin Inggris dengan kuat dan stabil.

    "Saya berharap kesuksesan bagi negara besar yang sangat saya cintai ini." kata Cameron mengucapkan harapan di hari terakhirnya menjadi perdana menteri.

    David Cameron mundur dari jabatannya setelah Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa, atau yang dikenal dengan istilah Brexit. Cameron mengatakan hasil referendum ini merupakan kehendak rakyat yang harus dilaksanakan.

    Hasil referendum menyebabkan nilai pound sterling menurun dan memicu berbagai pihak meminta Cameron mengundurkan diri.

    BBC | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.