Bernie Sanders Resmi Dukung Hillary Clinton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Hillary Clinton. REUTERS/Randall Hill

    Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Hillary Clinton. REUTERS/Randall Hill

    TEMPO.CO, Washington DC - Bernie Sanders akhirnya menyatakan dukungan yang ditunggu sekian lama terhadap calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton. Dia menyatakan kesediaan untuk bekerja keras demi memastikan Clinton berada di Gedung Putih pada November depan. 

    Sosialis demokratis berusia 74 tahun itu berjanji mendukung mantan saingannya. Dia bahkan mengajak 13 juta pemilihnya pada pemilu pendahuluan untuk memberikan suaranya kepada istri dari mantan presiden Bill Clinton tersebut.

    "Saya datang ke sini untuk menjelaskan mengapa saya mendukung Hillary Clinton dan mengapa dia harus menjadi presiden berikutnya. Menteri Luar Negeri Clinton telah memenangkan nominasi Partai Demokrat dan untuk itu saya mengucapkan selamat padanya," kata Sanders dalam pertemuan di New Hampshire, yang turut dihadiri Clinton.

    Pada kesempatan itu, Sanders juga menyatakan akan berbuat yang terbaik agar Hillary dapat memenangkan pertarungan menuju Gedung Putih. Setelah menyelesaikan pidatonya, Sanders menjabat tangan Hillary sebelum keduanya berpelukan. 

    Menanggapi pernyataan Sanders, Hillary mengaku senang dan mengatakan akan bekerja sama mengalahkan Donald Trump. Hillary yakin, adanya bantuan dari Sanders yang banyak didukung pemilih muda bisa menjadi senjata ampuh melawan Trump.

    Seperti yang dilansir CNN pada Selasa, 12 Juli 2016, dalam memuluskan kerja sama di antara keduanya, Hillary bahkan dikabarkan akan merekrut beberapa tim kampanye Sanders untuk masuk ke tim pemenangannya.

    Pernyataan itu datang kurang dari dua minggu menjelang Konvensi Nasional Partai Demokrat.

    CNN |YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.