Tragedi Kereta Maut, PM Italia: Temukan Penanggungjawabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.COJakarta - Perdana Menteri Italia Matteo Renzi amat menyayangkan peristiwa tabrakan dua kereta api yang mengakibatkan tewasnya puluhan penumpang, Selasa, 12 Juli 2016, waktu setempat. Matteo geram dan ingin pihak yang bertanggung jawab terkait dengan kejadian maut ini segera ditemukan.

    Menurut dia, pihak yang bertanggung jawab harus segera memberikan penjelasan kepada publik mengapa kecelakaan itu bisa terjadi. "Saya ingin menyampaikan dukacita kepada semua keluarga penumpang dan saya telah memerintahkan untuk segera menemukan pihak yang bertanggung jawab,” ujar Matteo, seperti dilansir dari Mirror, Rabu, 13 Juli.

    BACA: Kecelakaan Kereta Api di Italia, 22 Orang Dipastikan Tewas

    Permintaan serupa juga diungkapkan politikus Italia, Matteo Salvini. Dia meminta otoritas yang berwenang mengusut tuntas penyebab kecelakaan ini. “Mari berdoa untuk para korban kecelakaan kereta. Jika seseorang telah membuat kesalahan, dia harus menebusnya,” ucap Matteo dalam pesan solidaritas di laman media sosial Facebook miliknya. 

    Kereta api lokal di Milan, Italia, bertabrakan dan mengakibatkan sedikitnya 22 penumpang meninggal. Selasa, 12 Juli, waktu setempat. Adapun 43 penumpang lainnya dilaporkan terluka. Kecelakaan itu melibatkan dua kereta di dekat Kota Andria, Milan. Dua kereta tersebut milik perusahaan kereta api swasta lokal, Ferrotramviaria SpA.

    Ferrotramviaria dikenal sebagai sebuah perusahaan kereta swasta yang menghubungkan ibu kota Puglia dengan kota-kota di sebelah utara dan bandara Italia. Hingga kini, belum bisa dipastikan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Diduga salah satu kereta melakukan kesalahan.

    MIRROR.CO.UK | GHOIDA RAHMAH

    BACA JUGA
    Bejat, Ini Korban Lain Pria Cabul Penghina Jokowi
    Penghina Presiden Ungkap Alasan Cabuli Anak Kecil



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.