Polisi Malaysia Buru Para Penculik Tiga WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. windowstorussia.com

    Ilustrasi. windowstorussia.com

    TEMPO.CO, Kota Kinabalu - Aparat keamanan, di bawah Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom), mulai memburu kelompok bersenjata yang diduga menculik tiga warga Indonesia di perairan Sabah. Mereka juga telah memberitahukan kepada pihak Filipina perihal insiden penyanderaan yang terjadi pada Sabtu, 9 Juli 2016.

    Lima orang bersenjata menyelinap ke perairan Tungku di pantai timur distrik Lahad Datu, Sabah, dan menculik tiga nelayan dari kapal pukat Malaysia. "Dari laporan awal, lima orang bersenjata berada di speedboat dan berhenti di dekat pukat tersebut," kata Komisaris Polisi Datuk Abdul Rashid, seperti dilansir Thestar.com.my, Minggu, 10 Juli 2016.

    Belum bisa dipastikan kelompok di belakang insiden tersebut, meski kecurigaan jatuh kepada Apo Mike, subkelompok Abu Sayyaf, yang telah beberapa kali melakukan penculikan di perairan internasional antara Sabah dan Filipina.

    Rashid mengatakan, saat beraksi, tiga pelaku bersenjata M14 dan senapan M16 naik ke kapal dan memerintahkan tiga kru asal Indonesia dan tiga kru lainnya untuk berkumpul di haluan kapal. Pelaku lalu meminta paspor dan menculik tiga orang Indonesia, sementara tiga lainnya, yang tidak memiliki dokumen apa pun, dilepaskan.

    Para penculik berbicara bahasa Melayu dengan struktur yang buruk. Mereka menyita izin khusus yang memungkinkan kru berada di zona jam malam, enam ponsel, dan kartu register kapal sebelum melarikan diri.

    WNI yang diculik telah diidentifikasi sebagai Lorence Koten, 34 tahun; Teo Dorus Kopong, 42; dan Emanuel, 46. Polisi mengatakan, berdasarkan uraian yang diberikan saksi mata, para penculik berusia 30-40an tahun. "Tidak ada permintaan tebusan yang diterima," ucap Rashid.

    AMIRULLAH | THESTAR.COM.MY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?