8 Inovasi Peradaban Muslim Ini Membantu Umat Manusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pengunjuk rasa yang disebut 'Eropa Patriotic terhadap Islamisasi Barat' (PEGIDA) memegang bendera Jerman selama demonstrasi di Dresden, 15 Desember 2014. AP/Jens Meyer

    Ratusan pengunjuk rasa yang disebut 'Eropa Patriotic terhadap Islamisasi Barat' (PEGIDA) memegang bendera Jerman selama demonstrasi di Dresden, 15 Desember 2014. AP/Jens Meyer

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika ribuan orang Eropa melakukan aksi protes terhadap “Islamisasi Peradaban Barat” di Dresden, Jerman Timur, mereka tidak hanya menampakan ketakutan dan kebencian tapi juga kebodohan. Mereka lupa akan kontribusi dan pengaruh Islam pada budaya Eropa selama ratusan tahun.

    Menurut Huffington Post Jerman, terdapat delapan inovasi dari peradaban Muslim yang hingga kini membantu seluruh umat manusia di dunia.

    Aljabar
    Sistem matematika yang digunakan di Eropa pada abad kedua belas, merupakan hasil terjemahan Robert of Chester dari tulisan-tulisan ulama Arab, Al-Kharizmi. Al-Kharizmi dikenal sebagai penemu aljabar modern. Banyak masyarakat Eropa yang membanggakan temuan dan prestasi mereka di bidang teknologi, namun apa arti teknologi tanpa aljabar?

    Sikat Gigi
    Islam adalah agama pertama yang menempatkan penekanan khusus pada kebersihan tubuh. Dalam Al-Qur’an juga terdapat banyak petunjuk untuk ritual membersihkan tubuh. Tak heran pada kebersihan mulut pun menjadi suatu yang penting dikalangan masyarakat Islam.

    Masyarakat Mesir diakui telah mengunyah ranting-ranting pohon untuk kebersihan mulut sebelumnya. Namun Ranting yang berasal dari pohon Miswak ini, mulai terkenal saat Nabi Muhammad SAW mengunyah ranting tersebut secaa teratur. Walaupun demikian ranting pohon Miswak tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, hanya saja ranting ini sering disebutkan dalam jurnal-jurnal cendikiawan Muslim.

    Marching Band
    Marching Band Militer mulai dikenal pada Kekaisaran Ottoman Mehterhane. Ini dimainkan selama pertempuran dan musik hanya berhenti ketika telah mencapai keputusan untuk mundur atau pertempuran berakhir. Permainan musik oleh marching band ini membuat kesan yang cukup besar bagi tentara Eropa. Hingga akhirnya mereka mengadaptasi penggunaan musik ini dalam perang.

    Gitar
    Gitar yang kita kenal saat ini, memiliki asal-usul dari alat musik Arab, yaitu kecapi dengan leher bengkok. Pada Abad Pertengahan alat musik ini sampai di masyarakat muslim Spanyol. Kemudian, mereka menamakannya qitara dalam bahasa Arab Andalusia. Gitar modern dikembangkan sebagai hasil dari banyak pengaruh dari luar, tapi kecapi Arab merupakan pendahulu utama bagi Gitar modern.

    Optik
    Tidak hanya merevolusi matematika namun peradaban Arab juga merevolusi optik. Cendikiawan Abu al-Hasan dari Basra adalah orang pertama yang menjelaskan bagaimana mata bekerja.

    Dia melakukan percobaan dengan bahan reflektif dan membuktikan bahwa mata tidak merasakan lingkungan dengan "sinar pengelihatan," sebagaimana yang dipercaya oleh ilmuwan sebelumnya. Dia juga menemukan bahwa permukaan kaca melengkung dapat digunakan untuk pembesaran. Penemuannya untuk kacamata pembaca batu adalah asal usul dari penemuan kacamata.

    Kopi
    Kopi dikenal sebagai barang komoditi ekspor Muslim di Dunia. Walaupun berasal di Ethiopia, tapi kemudian komoditi ini ditemukan dalam perjalanan laut dari Laut Merah menuju Semenanjung Arab, yang membuat kopi semakin populer. Diperkirakan bahwa pedagang dari Ottoman membawa kopi ke Eropa pada abad ke-17. Hingga akhirnya kepopulerannya berkembang pesat.

    Rumah Sakit
    Rumah sakit modern pertama dengan perawat dan pusat pelatihan berada di Kairo, Mesir. Rumah Sakit Ahmed Ibnu Tulun didirikan pada tahun 872, tempat semua pasien menerima perawatan kesehatan gratis seperti tradisi Muslim yang dilembagakan dengan munculnya rumah sakit.

    Inovasi Bedah
    Dokter kelahiran Andalusia, Abu al-Kasim adalah salah satu tokoh medis yang paling signifikan dari Abad Pertengahan. Al-Kasim menemukan metode pembedahan untuk mengobati penyakit uretra, telinga dan kerongkongan. Ia adalah orang pertama yang menggambarkan kehamilan ektopik. Ide-idenya telah membentuk metode bedah modern.

    Dalam lebih dari 30 volume jurnal yang ia tulis, al-Kasim juga menggambarkan betapa pentingnya hubungan positif antara pasien dan dokter. Ia juga mengemukakan pendapatnya tentang standar perawatan medis yang sama untuk semua orang, tanpa memandang kelas sosial.
    HUFFINGTON POST | AGAMA | ATIKA NUSYA PUTERI |MR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.