Lagi, Warga Kulit Hitam AS Tewas Ditembak Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan pendemo saling berhadapan di kawasan South Florissant Avenue di Ferguson, Missouri, 24 November 2014. Michael Brown, remaja kulit hitam berusia 18 tahun ditembak mati oleh polisi karena dianggap bersenjata. AP/St. Louis Post-Dispatch, Christian Gooden

    Polisi dan pendemo saling berhadapan di kawasan South Florissant Avenue di Ferguson, Missouri, 24 November 2014. Michael Brown, remaja kulit hitam berusia 18 tahun ditembak mati oleh polisi karena dianggap bersenjata. AP/St. Louis Post-Dispatch, Christian Gooden

    TEMPO.CO, St Paul - Pembunuhan rakyat sipil oleh polisi kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini menimpa seorang pria kulit hitam di Minnesota. Korban, Philando Castile, ditembak di dalam mobilnya sendiri.

    Philando Castile ditembak mati oleh polisi di St Paul pada Rabu (6 Juli 2016). Sebuah video mengenai insiden tersebut menunjukkan bahwa korban ditembak justru ketika hendak menunjukkan Surat Ijin Mengemudi dan lisensi senjata apinya.

    Lavish Reynolds, kekasih Castile, menceritakan bahwa mobil mereka diberhentikan oleh polisi lalulintas karena mengalami masalah pada lampu belakang. Polisi yang menyetop mereka menemukan ada senjata api laras pendek tersimpan dalam kendaraan.

    Kepada polisi, Philando Castile mengaku memiliki surat ijin untuk kepemilikan senjata itu. Namun ketika Castile, 32 tahun, hendak meraih dompetnya untuk mengambil lisensi itu, tiba-tiba saja dia dihunjam timah panas sebanyak empat kali. Pria yang bekerja sebagai supervisor kantin di sekolah Montessori tersebut akhirnya tewas bersimbah darah akibat luka tembak yang dideritanya.

    "Anda menembak empat peluru ke dia, Pak. Dia hanya ingin mengambil lisensi dan tanda pendaftarannya, Pak," kata Reynolds kepada petugas seperti yang terdengar dalam video itu.

    Pihak kepolisian setempat membela diri dengan mengatakan bahwa petugas mereka telah mengikuti prosedur yang tepat. Mereka mengatakan bahwa Castile tidak mengikuti perintah ketika disuruh untuk mengangkat tangannya.

    Peristiwa tragis ini merupakan insiden kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya pada Selasa (5 Juli 2016) seorang pria kulit hitam bernama Alton Sterling, ayah lima anak, berusia 37 tahun, juga ditembak mati oleh polisi dalam insiden di Baton Rouge, Louisiana.

    Gelombang protes merebak di seluruh Amerika Serikat menanggapi dua kasus penembakan tersebut. Di Baton Rouge, Louisiana, ratusan orang berkumpul untuk meminta keadilan untuk Alton Sterling.

    Sepanjang 2015, terdapat 1.152 kasus pembunuhan warga sipil oleh polisi AS. Sebanyak 30 persen korbannya adalah warga kulit hitam dan 97 persen dari kasus pembunuhan tersebut tidak diikuti dengan sanksi apapun untuk polisi penembaknya.

    BBC|GUARDIAN|NY DAILY NEWS|YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.