Ucapkan Selamat Idul Fitri, Obama Janji Lindungi Muslim AS

Reporter

Presiden Barrack Obama, menyapa para siswa sekolah Al-Rahmah saat mengunjungi Komunitas Islam Baltimore di Baltimore, 3 Februari 2016. Presiden Barack Obama untuk pertama kalinya akan berkunjung ke masjid di Amerika Serikat. REUTERS/Jonathan Ernst

TEMPO.CO, Washington DC- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berjanji untuk melindungi warga muslim Amerika Serikat. Janji itu disampaikan Obama dalam pesan Idul Fitri, Rabu, 6 Juli 20`6.

"Di tengah kemunculan hilal, Michele dan saya menyampaikan salam hangat bagi semua orang yang merayakan Idul Fitri, di Amerika Serikat dan seluruh dunia," kata Obama dalam pernyataan resmi yang diposting di situs resmi Gedung Putih, whitehouse.gov.

Obama memaparkan bahwa bagi warga muslim Amerika, Idul Fitri adalah kesempatan untuk refleksi selama 30 hari berpuasa, dan menunjukkan rasa syukur, kasih sayang dan kemurahan hati.

Di lingkungan tempat tinggal dan rumah-rumah di seluruh dunia, Idul Fitri dimulai sejak dini hari. Keluarga mengenakan pakaian terbaik mereka, bersiap untuk beribadah dan perayaan. Rumah-rumah dihiasi ornamen-ornamen dan lentera. Hadiah-hadiah dikemas dan amplop-amplop berisi uang disiapkan bagi anak-anak. "Di atas semuanya, Idul Fitri adalah waktu untuk berkumpul dan merayakannya bersama orang-orang tercinta," kata Obama.

Obama menyatakan warga muslim Amerika sama beragamnya seperti bangsa Amerika itu sendiri. Ada yang hitam, putih, Latin, Asia dan Arab. Perayaan Idul Fitri di Amerika, menurut Obama, mengingatkan mereka pada sejarah yang membanggakan. Soal bagaimana bangsa Amerika dibangun dari beragam suku bangsa dengan beragam latar belakangnya.

"Sejarah kita akan kebebasan beragama dan sipil, inovasi dan kekuatan. Warisan ini tidak dimungkinkan tanpa kontribusi muslim Amerika yang membuat negara kita kian kuat," kata Obama dalam pernyataannya.

Obama menyebut juga bahwa selama bulan lalu, Amerika dan seluruh dunia menghadap tantangan kekerasan tanpa perasaan yang mencobai jiwa dan melukai hati. "Doa kami kepada ratusan nyawa orang-orang tak bersama, sebagian besar muslim selama Ramadan, di tempat-tempat seperti Orlando, Istanbul, Dhaka, Baghdad dan Madina," kata Obama.

"Kami juga melihat peningkatan serangan terhadap muslim Amerika. Tidak seorang pun yang boleh merasa takut di tempat ibadah mereka," tambah Obama.

Dia menyebut banyak warga Amerika berbagi pengalaman Ramadan dengan membantu pelayanan masyarakat yang membutuhkan, bahkan ikut berpuasa bersama rekan-rekan kerja mereka yang beragama Islam.

"Dalam menghadapi kebencian, nilai-nilai Amerika dan kekuatan yang menyatukan kita berdiri dalam solidaritas dan saling melindungi, membuat bangsa kita lebih kuat dan aman," kata Obama.

Obam menyatakan bahwa muslim Amerika telah menjadi bagian dari keluarga Amerika sejak pertama kali didirikan. "Idul Fitri ini, kita berkomitmen untuk melindungi muslim Amerika dari kefanatikan dan xenofobia," kata Obama sambil mengapresiasi kontribusi muslim Amerika termasuk, mantan petinju dunia Muhammad Ali, yang meninggal dunia Ramadan ini.

Obama menyampaikan bahwa dirinya dan Michele akan menggelar perayaan Idul Fitri di Gedung Putih. "Dari kami sekeluarga untuk keluarga Anda, Eid Mubarak!" kata Obama menutup pesannya.
WHITEHOUSE.GOV | NATALIA SANTI






Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran