Pelaku Teror di Bangladesh: Mahasiswa, Kaya, dan Anak Pejabat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersama aparat kepolsiian mengevakuasi seorang pemuda yang terluka akibat terkena serangan dari kelompok bersenjata di sebuah rumah makan yang di zona diplomatik di Dhaka, Bangladesh, 1 Juli 2016. AP Photo

    Warga bersama aparat kepolsiian mengevakuasi seorang pemuda yang terluka akibat terkena serangan dari kelompok bersenjata di sebuah rumah makan yang di zona diplomatik di Dhaka, Bangladesh, 1 Juli 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Dhaka - Pemerintah Bangladesh mengungkapkan fakta mengejutkan tentang penembak keji di restoran Kota Dhaka yang menewaskan 28 orang, termasuk pelaku dan polisi, pada Sabtu, 2 Juli 2016. Para pelaku disebut berasal dari kalangan terpelajar dan merupakan anak dari orang kaya. Bahkan, satu di antaranya adalah anak pejabat partai yang berkuasa.

    Polisi belum merilis semua nama pelaku. Namun, dari beberapa nama yang telah dirilis, termasuk Nibras Islam 22 tahun, pernah mengemban ilmu di Universitas Monash Australia di Malaysia. Menurut teman kuliahnya, dia adalah mahasiswa yang cerdas dan baik.

    Sedangkan pelaku lain diidentifikasi sebagai Mir Saameh Mubasheer, mahasiswa level A di Scholastica, sekolah bahasa Inggris yang elite. Mir Hayat Kabir, ayah  Mubasheer, mengatakan anaknya telah dicuci otaknya.

    Satu lagi, Rohan Imtiaz, juga dikabarkan mahasiswa di Universitas Monash Malaysia, setelah meninggalkan Scholastica, tempat ibunya mengajar. Ayahnya, Imtiaz Khan Babul, adalah mantan sekretaris urusan pemuda dari partai berkuasa di Dhaka, Liga Awami.

    Dua lagi penyerang yang belum teridentifikasi. Mereka juga merupakan mahasiswa. Hanya satu dari enam penyerang yang lulusan madrasah. Lulusan madrasah ini anak seorang buruh yang diidentifikasi sebagai Khairul Islam Payel.

    "Mereka semuanya pemuda terpelajar dari universitas ternama di Bangladesh dan berasal dari keluarga yang mampu," kata Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan, seperti yang dilansir Indian Express pada 4 Juli 2016.

    Hal tersebut cukup membuktikan, menjadi teroris bukan hanya karena kurangnya pendidikan dan harta.

    Taj Hashmi, warga Bangladesh yang mengajar studi keamanan di Austin Peay State University di Amerika Serikat, mengatakan sebagian besar teroris dibalik serangan 11 September 2001 di New York juga berasal dari keluarga kaya.

    INDIAN EXPRESS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.