Vladimir Putin Ucapkan Selamat Idul Fitri bagi Muslim Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan umat muslim melaksanaka salat Ied di Moskow, Rusia, Selasa, 5 Juli 2016. Di Rusia, Idul Fitri 1 Syawal 1437 H jatuh pada 5 Juli 2016. AP/Ivan Sekretarev

    Ratusan umat muslim melaksanaka salat Ied di Moskow, Rusia, Selasa, 5 Juli 2016. Di Rusia, Idul Fitri 1 Syawal 1437 H jatuh pada 5 Juli 2016. AP/Ivan Sekretarev

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa, 5 Juli 2016, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi warganya yang beragama Islam.

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada semua muslim Rusia, baik kepada komunitas maupun teman dan keluarga. Semoga kita dapat selalu hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ucap Putin dalam konferensi pers yang digelar di kantornya, seperti dilansir kantor berita TASS.

    Menurut orang nomor satu Rusia tersebut, kehidupan umat muslim di Rusia kini lebih baik dari sebelumnya. Masjid dibangun, sekolah universitas dan madrasah didirikan dan ziarah umat Islam ke tanah suci Mekah sedang diperbaiki.

    Putin juga mencatat kontribusi yang cukup besar komunitas muslim dalam mengembangkan dialog antaretnis dan antaragama, serta aktif memfasilitasi kerja sama dengan negara dan unsur masyarakat lain dalam hal amal dan pendidikan.

    Selain Putin, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat muslim.

    “Bulan Ramadan telah berakhir. Kini hari raya umat muslim telah datang, jutaan orang Islam berusaha untuk melakukan kebaikan sebanyak mungkin, untuk menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada teman dan kerabat,” kata Medvedev, yang dipublikasikan di website resmi pemerintah Rusia pada Selasa.

    Data terakhir mencatat, populasi muslim di Rusia kini mencapai 28 juta jiwa. Dengan jumlah itu, Rusia menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Benua Eropa.

    TASS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.