Demi Agama, Sopir Taksi Tolak Tunanetra dan Anjingnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charles Bloch, pria tunanetra dan anjing pemandunya. BBC.co.uk

    Charles Bloch, pria tunanetra dan anjing pemandunya. BBC.co.uk

    TEMPO.CO, London- Seorang sopir taksi di London dengan berat hati terpaksa  menolak memberikan tumpangan kepada pria tunanetra bersama kekasihnya serta  anjing penuntun mereka.

    Pria tunatera  bernama Charles Bloch, 22 tahun selalu dituntun oleh anjingnya, Carlo saat bepergian keluar. Kekasihnya, Jessica Graham, 21 tahun juga penyandang tunanetra.

    Di hari nahas itu, keduanya menyetop taksi dari perusahaan minicab lokal yang disebut ADT Taksi. Carlo bersama mereka. Keduanya kemudian kaget sopir taksi menolak membawa mereka dengan alasan anjing penuntun yang ikut naik taksi.

    "Maaf, saya tidak bisa mengangkut anjing itu. Ini bukan kemauan saya dan tidak ada pilihan lain. Agama saya melarang itu," kata sopir tersebut, seperti yang dilansir Mirror pada 4 Juli 2016.

    Bloch dan Jessica menjelaskan mereka berhak untuk membawa anjing penuntun mengingat kondisi kecacatan mereka. Bloch, mahasiswa di Universitas Montfort, Leicester, Inggris mengingatkan tentang Undang-Undang tentang Diskriminasi Penyandang Cacat tahun 1995 yang satu pasalnya menyebutkan adalah sesuatu yang ilegal bagi sopir taksi menolak untuk membawa anjing penuntun bagi penumpang tunanetra.

    Namun, sopir tersebut tetap pada pendiriannya yang didasarkan pada perintah agama. Bahkan dia rela pelanggannya itu menghubungi kantornya untuk melakukan pengaduan bahkan dengan polisi sekalipun. Dia kemudian meminta agar keduanya mencoba panggilan baru ke perusahaannya untuk mengambil taksi lain. Sopir itu pun pergi meninggalkan kedua penyandang tunanetra itu bersama anjingnya di pinggir jalan.

    Bloch merekam kejadian yang dialaminya tersebut dan mengunggahnya ke akun Facebook miliknya dengan dibantu oleh temannya. Lebih dari sejuta orang memberikan respons dengan memberikan tanda "Like" dan mendistribusikannya ke sosial media Facebook dan Youtube.

    Buntut dari penolakan oleh sopir tersebut, perusahaan tempatnya bekerja lantas memecatnya karena dianggap telah melanggar aturan meskipun itu berhubungan dengan ajaran agama.

    Kasus tersebut juga telah sampai kepada Dewan kota Leicester yang tengah menyelidiki kasus tersebut guna menetapkan tindakan apa yang akan diambil.
    MIRROR|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?