Penembakan di Dhaka, Dilaporkan 20 Polisi Terluka dan 1 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersama aparat kepolsiian mengevakuasi seorang pemuda yang terluka akibat terkena serangan dari kelompok bersenjata di sebuah rumah makan yang di zona diplomatik di Dhaka, Bangladesh, 1 Juli 2016. AP Photo

    Warga bersama aparat kepolsiian mengevakuasi seorang pemuda yang terluka akibat terkena serangan dari kelompok bersenjata di sebuah rumah makan yang di zona diplomatik di Dhaka, Bangladesh, 1 Juli 2016. AP Photo

    TEMPO.CODhaka - Sebuah kafe populer di daerah diplomatik di ibu kota Bangladesh, Dhaka, diserang oleh sejumlah pria bersenjata. Dalam penyerangan itu, seorang tewas, puluhan orang terluka, dan sejumlah warga disandera.

    Diperkirakan sebanyak 20 anggota polisi terluka akibat serangan tersebut. Sedikitnya 20 orang yang berada di restoran ketika terjadi serangan juga mengalami luka-luka.

    Salahuddin Ahmed, seorang perwira polisi Banani, dilaporkan tewas akibat serangan itu. Beberapa warga asing disandera pelaku penembakan.

    Serangan itu diduga dilakukan oleh sembilan orang bersenjata. Mereka diyakini menyasar O'kitchen, sebuah restoran yang terhubung dengan toko roti Holey Artisan. Menurut seorang saksi, tembakan terdengar di wilayah Gulshan Dhaka, yang populer sebagai tempat warga asing.

    Insiden yang baru saja terjadi di Bangladesh tersebut merupakan rangkaian serangan. Mereka biasanya menyerang blogger, ateis, dan kaum minoritas lainnya.

    Sampai saat ini belum diketahui pelaku penembakan tersebut. Kepolisian sementara ini mencurigai bahwa pelaku serangan itu berasal dari kelompok ekstremis Islam. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah saksi mendengar teriakan "Allahu akbar" saat serangan itu terjadi.

    METRO.CO.UK | BBC.COM | LARISSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.