Dilantik Jadi Presiden, Duterte Didampingi Istri-istrinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina terpilih, Rodrigo Duterte memaparkan pidato pertamanya usai pelantikan di istana Malacanang, Manila, 30 Juni 2016. Duterte bersumpah akan melawan kelompok militan Abu Sayyaf yang bermukim di Filipina Selatan.  Presidential Palace/Handout via Reuters

    Presiden Filipina terpilih, Rodrigo Duterte memaparkan pidato pertamanya usai pelantikan di istana Malacanang, Manila, 30 Juni 2016. Duterte bersumpah akan melawan kelompok militan Abu Sayyaf yang bermukim di Filipina Selatan. Presidential Palace/Handout via Reuters

    TEMPO.COManila - Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte, berkesempatan mengabadikan momen indah bersama keluarganya sesaat sebelum dilantik pada Kamis siang, 30 Juni 2016, waktu setempat, di Istana Malacanang, Manila.

    Foto yang diambil media pemerintah Radio-Televisi Malacañang (RTVM) itu menampilkan Duterte bersama istrinya serta putri cantiknya.

    Duterte tampak duduk di dalam mobil yang membawanya ke Istana dengan istrinya, Cielito "Honeylet" Avanceña, dan putrinya yang berusia 12 tahun, Veronica, yang juga dikenal sebagai Kitty.

    Avancena adalah istri kedua Duterte. Avancena adalah mantan ratu kecantikan dan berprofesi sebagai perawat. Pernikahan pertama Duterte gagal setelah dia bercerai dengan Elizabeth Zimmerman pada 2000.

    Zimmerman dan tiga anaknya hasil pernikahan dengan Duterte; Wali Kota-Wakil Wali Kota Davao, Sara dan Paolo; serta Sebastian, juga hadir dalam upacara tersebut.

    Paolo kemudian mengunggah foto keluarga bersama ibu dan ayahnya dalam Istana Malacanang, tanpa Avancena dan putrinya. Foto ini membuat netizen bertanya-tanya tentang keberadaan keduanya.

    Wakil Wali Kota Paolo kemudian menjelaskan bahwa Duterte, Avancena, dan putri mereka memiliki "foto keluarga sendiri". 

    INQUIRER | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.