Bom Molotov Meledak di Toko Halal Pasca-Referendum Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme respon netizen atas refendum BREXIT Inggris. Berdasarkan suara refendum, lebih banyak rakyat yang menginginkan Inggris keluar dari Eropa. Twitter.com

    Meme respon netizen atas refendum BREXIT Inggris. Berdasarkan suara refendum, lebih banyak rakyat yang menginginkan Inggris keluar dari Eropa. Twitter.com

    TEMPO.CO, West Midlands - Sebuah toko daging halal di West Midlands, Inggris, meledak setelah dilempar bom molotov pada Senin, 27 Juni 2016. Ledakan ini terjadi beberapa hari setelah hasil referendum Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. “Tidak ada yang terluka berat, tapi ledakan ini bisa berakibat fatal,” ujar inspektur detektif, Greg Evans, Selasa, 28 Juni 2016.

    Ledakan ini diduga terjadi atas motif kejahatan kebencian pasca-referendum Uni Eropa. Laporan mengenai kejahatan kebencian di Inggris meningkat pasca-referendum sebanyak 57 persen, menurut Dewan Kepolisian Nasional Inggris.

    Polisi mengatakan pelaku yang melempar bom tersebut adalah pria dengan tinggi 1,8 meter dan menggunakan jaket biru. Pelaku memasuki toko Kashmir Meat & Poultry dan melempar bom. Polisi juga sedang memeriksa CCTV di sekitar toko untuk mendapatkan gambaran lengkap pelaku pemboman.

    Sang pemilik, Jamil Hussain, sangat terpukul melihat tokonya hangus terbakar. Kobaran api hanya menyisakan abu dan sisa dagangan Hussain saat itu.

    "Hanya karena kita memilih untuk meninggalkan Uni Eropa bukan berarti kita harus menjadi negara yang diduduki oleh kulit putih saja. Saya yakin kejadian ini ada kaitannya dengan hasil referendum. Tukang daging ini telah bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, dibanding idiot yang melakukan penyerangan ini,” ucap Mary Walker, seorang warga West Midlands di tempat kejadian.

    DAILY STAR | INTERNASIONAL | ATIKA NUSYA PUTERI | ERWIN Z.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.