Teror Bom di Turki Sepanjang 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang beristirahat di area parkir bandara usai terjadinya bom bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul, Turki, 29 Juni 2016. Bom bunuh diri itu dilakukan oleh tiga orang yang diduga bagian dari kelompok ISIS. (Gokhan Tan/Getty Images)

    Sejumlah calon penumpang beristirahat di area parkir bandara usai terjadinya bom bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul, Turki, 29 Juni 2016. Bom bunuh diri itu dilakukan oleh tiga orang yang diduga bagian dari kelompok ISIS. (Gokhan Tan/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki kembali diguncang serangan teror pada Selasa malam, 28 Juni 2016, waktu setempat. Tiga pria bersenjata melakukan teror skala besar dan terkoordinasi di terminal keberangkatan internasional Bandara Ataturk, Istanbul. Tiga pelaku tewas dengan cara meledakkan diri dengan bom yang ditaruh di badan mereka. Sedikitnya 28 orang tewas dan 60 orang terluka.

    Turki terus dihantui teror dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang 2016, tercatat enam kali kejadian aksi bom dengan total korban tewas lebih dari seratus orang. Berikut ini insiden teror bom yang terjadi di Turki sepanjang 2016.

    12 Januari 2016

    Aksi bom bunuh diri terjadi di Alun-alun Sultanahmet, Istanbul, Turki. Alun-alun ini merupakan tempat salah satu distrik pariwisata yang terkenal di Kota Istanbul. Sedikitnya sepuluh orang tewas dan 15 orang luka-luka. Sebanyak sembilan orang tewas, di antaranya turis Jerman. Pelaku diketahui anggota ISIS bernama Nabil Fadli, 28 tahun, warga Suriah kelahiran Saudi.

    14 Januari 2016

    Bom mobil bunuh diri meledak menghantam markas Kepolisian Provinsi Diyarbakir, Turki. Sedikitnya enam orang tewas, di antaranya menewaskan seorang ibu beserta bayinya. lebih dari 20 orang terluka. Ledakan juga menghancurkan bangunan-bangunan di dekat lokasi.

    17 Februari 2016

    Ledakan besar menghantam lima bus yang mengangkut personel militer yang sedang berhenti di sebuah lampu merah, di pusat kota Ankara. Ledakan tersebut menewaskan 28 orang dan lebih dari 60 orang terluka. Pemerintah menuding milisi Kurdi sebagai pelaku insiden bom tersebut.

    18 Februari 2016

    Sebuah bom rakitan yang kendalikan dengan pengendali jarak jauh (remote control) meledak dan menghantam konvoi militer Turki. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas.

    Saat ledakan terjadi, kendaraan militer tersebut tengah mencari ranjau di jalan raya yang menghubungkan Diyarbakit, kota terbesar di sebelah tenggara wilayah Kurdi, dengan Distrik Kutu.

    13 Maret 2016

    Sebuah bom mobil mengguncang ibu kota Turki, Ankara, yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan lebih dari 125 orang terluka. Ledakan tersebut terjadi di pusat kota Ankara, Ataturk Bulvari, dekat dengan Alun-alun Ankara, Kizilay.
     
    DANNI M. (PDAT) | DIOLAH DARI PELBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.