Harga Kebutuhan Pokok di Timor Leste Tak Terkendali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Dili:Harga barang kebutuhan pokok di Kota Dili dan sekitarnya terus melonjak. Kenaikan harga ini dipicu situasi keamanan yang mencekam sehingga sejumlah importir menghentikan pasukan barang ke negeri itu.Sementara stok barang yang masih tersisa dijual di para pedagang dengan harga yang mencekik leher. Di beberapa toko, harga beras untuk ukuran 50 kilogram yang semula US$ 11 naik hingga UU$ 12, mi instan US$ 3.25 per dos menjadi US$ 3,75 cen, minyak goreng ukuran satu liter US$ 12,75 naik menjadi US$ 12,95. Sementara harga terigu ukuran 50 kilogram dari US$ 8,25 menjadi US$ 8,35 cen."Stok baru dari Singapura, Indonesia, dan negara lain macet total," kata Ahin, manajer pertokoan Audian Starking Shop. Stok beras di toko ini habis terjual.Masyarakat berbelanja sebagai bekal untuk mengungsi ke masing-masing distrik. Diperkirakan dua hari kemudian sembako itu akan terjual habis. "Kami tidak menggunakan situasi krisis untuk menaikkan harga barang. Tetapi karena stok terus berkurang sementara pajak pemerintah tinggi," katanya. Bukan cuma harga sembako yang mengalami kenaikan, berbagai jenis sayur-sayuran pun mahal. Di Pasar Kolmera dan Pasar Bairopite naik sampai 50 persen. Aktivitas usaha di Pasar Taibesi, Komoro, Becora, Aimutin, Tasitolu juga macet total. Jems de Fortuna dan Jose Sarito Amaral

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.