Cip Kotak Hitam Berfungsi, Musabab Jatuhnya EgyptAir Bakal Terungkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesedihan kerabat korban EgyptAir penerbangan MS 804 yang jatuh saat mengikuti pemakaman absensi massal di gereja Katedral, Kairo, Mesir, 22 Mei 2016. Pesawat yang terbang dari Paris ke Kairo, dengan jumlah penumpang 66 orang hilang dari radar pada Kamis pagi waktu setempat. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Kesedihan kerabat korban EgyptAir penerbangan MS 804 yang jatuh saat mengikuti pemakaman absensi massal di gereja Katedral, Kairo, Mesir, 22 Mei 2016. Pesawat yang terbang dari Paris ke Kairo, dengan jumlah penumpang 66 orang hilang dari radar pada Kamis pagi waktu setempat. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Kairo - Cip memori kotak hitam (black box) pesawat penerbangan EgyptAir MS804, yang jatuh pada 19 Mei lalu, telah selesai diperbaiki di Prancis. Sebelumnya, petugas penyidik Mesir mencoba memperbaiki cip tersebut untuk menganalisis dan menerjemahkan rekaman serta data guna mencari penyebab insiden nahas yang mengorbankan 66 orang penumpang dan kru tersebut.

    Namun keterbatasan tenaga ahli dan teknologi memaksa mereka mengirimkannya ke Prancis. Sumber komite investigasi mengatakan cip memori dibawa ke Prancis oleh beberapa penyidik. Mereka akan mengeluarkan garam laut di sebuah laboratorium milik lembaga keamanan udara Prancis, BEA.

    Komisi itu, dalam sebuah pernyataan, menyatakan kotak hitam berhasil diperbaiki laboratorium badan investigasi kecelakaan Perancis. "Ujian sudah dilakukan dan pasti data penerbangan sudah dicatat dengan tepat. Kerja memperbaiki kotak hitam kedua akan dimulai besok, "kata penyidik, seperti dilansir Al Jazeera pada 28 Juni 2016.

    Cip tersebut akan segera dikembalikan kepada pemerintah Mesir untuk diproses lebih lanjut. Pengumuman itu datang sehari setelah pihak berwenang Prancis mengatakan telah membuka penyelidikan pembunuhan dalam kecelakaan. Tidak ada bukti sejauh untuk menghubungkannya ke aksi teror.

    Secara keseluruhan, 40 orang Mesir, 15 warga Prancis, dua warga Irak, dua warga Kanada, dan satu orang masing-masing dari Aljazair, Belgia, Inggris, Chad, Portugal, Arab Saudi, dan Sudan berada di dalam pesawat Airbus A320 itu.

    Pesawat terbang dalam cuaca yang baik dan cerah ketika jatuh. Radar menunjukkan, pesawat itu melenceng 90 derajat ke kiri, kemudian berputar 360 derajat ke kanan, turun dari ketinggian 38 ribu kaki ke 15 ribu kaki sebelum menghilang sekitar 10 ribu kaki.

    AL JAZEERA | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.