Polisi Brasil Protes Gaji Telat, BBM Kosong, Tisu WC Tak Ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdemo untuk mendukung impeachment terhadap Presiden Brasil, Dilma Rousseff, dengan peti mati tiruan di Brasilia, Brasil, 17 April 2016. Saat ini Majelis Rendah Kongres sedang melakukan voting keputusan impeachment terhadap presiden. REUTERS/Adriano Machado

    Warga berdemo untuk mendukung impeachment terhadap Presiden Brasil, Dilma Rousseff, dengan peti mati tiruan di Brasilia, Brasil, 17 April 2016. Saat ini Majelis Rendah Kongres sedang melakukan voting keputusan impeachment terhadap presiden. REUTERS/Adriano Machado

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Sedikitnya 300 polisi turun ke jalan di pusat Kota Rio de Janeiro untuk memprotes pembayaran gaji yang telat. Mereka mengenakan T-shirt hitam dan berjalan kaki menuju kantor pemerintahan kota tersebut. Selain memprotes pembayaran gaji yang telat, para aparat penegak hukum itu memprotes minimnya peralatan pendukung kerja mereka, dari bahan bakar mobil sampai tisu untuk WC.

    Protes ini dipicu persiapan Brasil menjadi tuan rumah Olimpiade yang dimulai sejak 5 Agustus mendatang. "Prioritas polisi adalah rakyat, prioritas pemerintah adalah Olimpiade," bunyi satu poster yang ditempatkan di satu area publik sebagai ekspresi kemarahan atas situasi krisis keuangan dan upaya memberangus kejahatan.

    Polisi yang menolak identitasnya dipublikasi mengatakan gajinya baru diterima setengah bulan lalu. Ia masih menunggu gajinya yang belum dibayar. "Saya tidak menerima upah lembur selama lima bulan," ucap polisi berusia 40 tahun ini, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 27 Juni 2016.

    Gaji awal seorang polisi di Brasil sekitar US$ 15 ribu atau Rp 198,7 juta per tahun.

    Situasi gaji yang rendah, bahkan dibayar tidak penuh, juga diperparah dengan tak tersedianya peralatan atau perlengkapan yang memadai bagi polisi saat bekerja.

    "Kami tidak punya kertas atau tinta printer. Tidak ada yang membersihkan. Beberapa kantor polisi tak ada aliran air untuk toilet alias tidak berfungsi," ujar Andre, polisi berusia 39 tahun yang bekerja di unit khusus untuk pengamanan Olimpiade. "Masyarakat yang membawa tisu toilet untuk kami."

    Gara-gara tak ada bahan bakar, mobil dinas dilarang digunakan. Bahkan mereka kesulitan menggunakan helikopter untuk mencegah para penyelundup narkotik melarikan bos mereka dari rumah sakit pekan lalu.

    Di satu wawancara dengan surat kabar lokal, pelaksana tugas gubernur Rio de Janeiro mengingatkan bahwa ketiadaan anggaran mengancam kegagalan Olimpiade. Dana yang tersedia hanya dapat bertahan hingga akhir pekan ini.

    Pemerintah Kota Rio de Janeiro sedang menunggu dana talangan sebesar US$ 855 juta dari pemerintah pusat. Dana itu pertama kali akan diberikan kepada aparat keamanan.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.