Dubes Inggris: Indonesia Tidak Perlu Khawatir Dampak Brexit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik, dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, 19 Desember 2014. Tempo/Natalia Santi

    Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik, dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, 19 Desember 2014. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyatakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tidak akan berdampak bagi warga Indonesia. Hubungan perdagangan antara Inggris dan Indonesia juga tidak perlu dikhawatirkan.

    “Tidak ada impact untuk warga Indonesia yang sekolah, tinggal, dan yang bekerja di uk ataupun yang berbisnis dengan inggris," kata Malik dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu 25 Juni 2016.

    Dubes Moazzam Malik juga mengatakan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesepakatan yang sudah dibuat antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri David Cameron. “Kita akan terus bekerja sama,” ucapnya.

    Indonesia dan Inggris telah bekerja sama berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dalam beberapa bidang, yaitu pendidikan, inovasi dan penelitian, kerjasama kepolisian, antariksa, industri kreatif, olah raga, dan kerja sama maritim. “Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri David Cameron telah menandatangai tujuh MOU (Memorandum of understanding),” kata Malik.

    Menurut Moazzam Malik, Inggris merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia. Dia berharap, ribuan warga Indonesia yang belajar di Inggris akan tetap melanjutkan studinya. “Tidak ada alasan untuk meninggalkan Inggris,” ujarnya.

    Banyak kerjasama yang telah dilakukan antara Indonesia dengan Inggris, salah satunya dalam bidang pendidikan, inovasi dan penelitian. “Banyak universitas di Indonesia yang bekerja sama dengan universitas di Inggris untuk pengembangan pendidikan dan penelitian,” kata Moazzam Malik.

    Kerjasama dalam sektor ekonomi antara Inggris dan Indonesia selama ini juga terjalin baik. “Bekerjasama dengan Inggris merupakan prospek yang baik, tidak perlu adanya kekawatiran yang berlebihan. Perusahaan Inggris yang berada di Indonesia, bertanggung jawab atas ribuan pekerja Indonesia,” katanya.

    Inggris masuk lima negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia. “Beberapa tahun terakhir volume perdagangan Indonesia dan Inggris telah naik 5 persen, saya melihat tidak ada alasan untuk khawatir,” ucap Moazzam Malik.

    CHITRA PARAMAESTI | TJANDRA DEWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?