David Cameron Mengundurkan Diri Setelah Brexit Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Inggris, David Cameron, mengunjungi Masjid Makkah di Leeds, Inggris, 18 Januari 2016. Para migran yang tidak bisa lulus tes bahasa Inggris dalam 2,5 tahun tidak diperbolehkan untuk tinggal.  REUTERS/Oli Scarff

    PM Inggris, David Cameron, mengunjungi Masjid Makkah di Leeds, Inggris, 18 Januari 2016. Para migran yang tidak bisa lulus tes bahasa Inggris dalam 2,5 tahun tidak diperbolehkan untuk tinggal. REUTERS/Oli Scarff

    TEMPO.CO, London - Perdana Menteri Inggris David Cameron mundur dari jabatannya setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Cameron mengatakan bahwa hasil referendum ini merupakan kehendak rakyat yang harus dilaksanakan.

    "Saya bukanlah orang yang tepat untuk menjadi kapten yang mampu mengarahkan negara kita ke tujuan berikutnya," ucap Cameron pada Jumat, 24 Juni 2016, di luar Downing Street Nomor 10.

    Cameron juga mengatakan akan berusaha untuk menenangkan kondisi Inggris saat ini hingga beberapa bulan mendatang. Hasil referendum menyebabkan nilai pound sterling menurun dan memicu berbagai pihak meminta Cameron mengundurkan diri.

    Cameron akan meletakkan jabatannya pada Oktober 2016. Boris Johnson diprediksi menjadi kandidat yang akan menggantikan David Cameron sebagai Perdana Menteri Britania Raya. Johnson, politikus Partai Konservatif, menjadi tokoh terdepan yang mendorong Inggris keluar dari Uni Eropa.

    ITV | INTERNASIONAL | ATIKA NUSYA PUTERI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?