MI5 Diduga Terlibat Cegah Inggris Keluar dari Uni Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menggunakan sepeda melintas di depan tempat pemilihan saat Referendum Uni Eropa di London, Inggris, 23 Juni 2016. REUTERS/Toby Melville

    Seorang pria menggunakan sepeda melintas di depan tempat pemilihan saat Referendum Uni Eropa di London, Inggris, 23 Juni 2016. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.COJakarta - Hampir sepertiga suara yang mendukung Inggris berpisah dari Uni Eropa percaya bahwa agen intelijen Inggris, MI5, berkomplot dengan pemerintah untuk mencegah Inggris keluar dari Uni Eropa. Jutaan warga Inggris mendatangi tempat pemberian suara sejak pagi ini, 23 Juni 2016, untuk menentukan Inggris tetap bergabung dengan Uni Eropa atau keluar.

    Dari survei YouGov untuk LBC, sebanyak 64 persen responden memilih percaya adanya kecurangan, sementara 16 persen lainnya tidak.

    Jika ditotal, 21 persen peserta jajak pendapat memilih percaya bahwa MI5 bekerja sama dengan pemerintah Inggris, 40 persen berpikir mungkin ada kesalahan, dan 39 persen menyatakan tidak tahu. Penemuan luar biasa ini menunjukkan tipisnya kepercayaan rakyat kepada sikap pemerintah Inggris dalami referendum Uni Eropa. 

    Pernyataan lain di YouGov berbunyi: “Terdapat rencana integrasi Uni Eropa lebih jauh dan pembesaran yang sengaja tidak diumumkan sampai referendum mendapat respons 49 persen mempercayainya dan 22 persen tidak.”

    INDEPENDENT.CO.UK | IQRA ARDINI | MR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.