Dewan Keamanan PBB Bahas Peluncuran Misil Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Partai Buruh Korea bertepuk tangan usai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidatonya dalam kongres di Pyongyang, 9 Mei 2016. REUTERS

    Sejumlah anggota Partai Buruh Korea bertepuk tangan usai Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidatonya dalam kongres di Pyongyang, 9 Mei 2016. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan khusus, Rabu, 22 Juni 2016, membahas peluncuran peluru kendali balistik atau misil balistik terbaru milik Korea Utara. Peluncuran misil tersebut dianggap sebagai bentuk kekejaman yang tidak bisa diterima. 

    “Kami ingin reaksi pasti Dewan Keamanan secepatnya terkait hal ini,” kata perwakilan Prancis, Francois Delattre, seperti dilansir The Guardian, Rabu, 22 Juni 2016. 

    Peluru kendali berjangkauan medium itu kabarnya mampu menjangkau wilayah basis Amerika Serikat. Korea Utara meluncurkan dua misil pada Rabu pagi dengan jarak 250 mil atau 400 kilometer. Ini merupakan jangkauan terjauh dari misil Musudan, yaitu hampir lebih dari setengah perjalanan arah barat daya menuju pesisir Jepang. 

    Peluncuran ini juga menimbulkan kekhawatiran dan ancaman terhadap militer Jepang. “Ancaman kepada Jepang cukup intensif,” kata Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatami. Peluncuran misil tersebut juga dianggap sebagai bentuk aksi pemberontakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang pengembangan teknologi misil. 

    THE GUARDIAN | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?