Kampanye Brexit Raih Dukungan, Donasi Terus Mengalir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi saat protes setelah pemerintah membuka Parlemen Negara di London, Inggris, 27 Mei 2015. Isu referendum Uni Eropa terkait keanggotaan Inggris di UE yang berakhir pada 2017 mendatang menjadi hal yang krusial. REUTERS/Peter Nicholls

    Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi saat protes setelah pemerintah membuka Parlemen Negara di London, Inggris, 27 Mei 2015. Isu referendum Uni Eropa terkait keanggotaan Inggris di UE yang berakhir pada 2017 mendatang menjadi hal yang krusial. REUTERS/Peter Nicholls

    TEMPO.COLondon - Kampanye Britania Raya untuk meninggalkan Uni Eropa terus-menerus mendapat bantuan dana dari beberapa pendonor, baik perusahaan maupun individu, dibandingkan dengan kampanye Britania Raya untuk tetap berada di Uni Eropa.

    Laporan yang dirilis Selasa, 21 Juni 2016, oleh Komisi Pemilihan (EC) itu menunjukkan kampanye yang mendukung Brexit meningkat sebanyak 25 persen untuk donasi selama 13 Mei-9 Juni. Dana yang dikumpulkan untuk kampanye Brexit sejumlah £ 3.596.994 (Rp 70 miliar). Sedangkan untuk kampanye yang memilih tetap tinggal di Uni Eropa terkumpul dana £ 2.887.917 (Rp 56 miliar). 

    Komisi Pemilihan juga memasukkan data mengenai grup kampanye yang telah ditunjuk setiap gerakan tersebut. Grup yang telah ditunjuk, seperti The In Campaign Ltd (Britain Stronger in Europe) dan Vote Leave, melakukan pengeluaran terbesar dibandingkan grup-grup kampanye yang tidak resmi. Setiap grup juga mendapatkan donasi dari publik yang mencapai £ 60.000 (Rp 1,16 miliar). 

    Secara total, grup kampanye yang telah terdaftar melaporkan keuangannya sebanyak £ 27.388.793 (Rp 533 miliar) dalam bentuk donasi selama periode pelaporan yang dimulai pada 1 Februari.

    ATIKA NUSYA PUTERI | WALL STREET JOURNAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.