Tanpa Dakwaan, Sudan Bebaskan 6 Mahasiswa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga meneriakkan slogan dalam aksi protes terhadap sampul majalah Charlie Hebdo yang menampilkan kartun Nabi Muhammad di Khartoum, Sudan, 16 Januari 2015. ASHRAF SHAZLY/AFP/Getty Images

    Warga meneriakkan slogan dalam aksi protes terhadap sampul majalah Charlie Hebdo yang menampilkan kartun Nabi Muhammad di Khartoum, Sudan, 16 Januari 2015. ASHRAF SHAZLY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Khartoum - Pasukan keamanan Sudan membebaskan enam aktivis mahasiswa yang ditahan tanpa proses peradilan sejak munculnya gelombang unjuk rasa di kampus di ibu kota Khartoum pada Mei 2016. Hal itu dikatakan pengacara mahasiswa kepada media, Selasa, 21 Juni 2016.

    Para mahasiswa itu dicokok saat berlangsung kerusuhan di Universitas Khartum yang melibatkan mahasiswa dan pasukan keamanan. Mahasiswa berunjuk rasa menentang kebijakan pemerintah dan menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang sebelumnya diperam dalam bui.

    Pengacara mereka, Manal Khojli, mengatakan kepada AFP, enam mahasiswa itu dibebaskan dalam beberapa hari ini, tapi delapan mahasiswa lainnya masih ditahan oleh Dinas Intelijen dan Keamanan Nasional (NISS). "Mereka dibebaskan tanpa pernah diadili," kata Khojli.

    Sumber diplomatik yang dekat dengan keluarga mahasiswa membenarkan pembebasan tersebut dan mengatakan masih ada kemungkinan mereka bakal diseret ke pengadilan.

    Khojli menerangkan, sesuai dengan pembicaraan tidak resmi, para mahasiswa itu diperbolehkan mengikuti kuliah lagi di universitas setelah proses belajar mereka tertunda menyusul aktivitas unjuk rasa yang dilakukan.

    AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.