Miliarder Serbia Dihukum 5 Tahun Penjara Karena Pajak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Slobodan Milosevic. Raphael GAILLARDE/Gamma-Rapho via Getty Images

    Slobodan Milosevic. Raphael GAILLARDE/Gamma-Rapho via Getty Images

    TEMPO.COBelgrade - Pengadilan antikorupsi Serbia menghukum salah satu pengusaha terkaya di wilayah Balkan, Miroslav Miskovic, dengan hukuman lima tahun penjara karena penggelapan pajak, Senin, 20 Juni 2016, waktu setempat. 

    Miskovic dulunya adalah orang yang paling berpengaruh di Serbia. Dia memiliki kedekatan dengan kalangan politik di negara itu.

    Ia dinyatakan bersalah oleh pengadilan antikorupsi karena telah membantu anaknya, Marko Miskovic, menghindari pajak sebesar 3 juta euro (US$ 3,4 juta) terkait dengan bisnis konstruksi jalan raya. Tak hanya itu, hakim juga menjatuhkan denda 65 ribu euro. 

    Marko juga telah dijatuhi hukuman tapi lebih ringan ketimbang ayahnya, yakni penjara 3,5 tahun untuk pelanggaran yang sama. Namun, seusai divonis, mereka membantah tuduhan. "Kami akan mengajukan banding," ujar Zdenko Tomanovic, pengacara keduanya.

    Miroslav Miskovic, 70 tahun, telah membangun kerajaan bisnis di bawah pemerintahan Presiden Serbia dan Yugoslavia Slobodan Miloševi pada masa itu, persisnya pada 1990-an.

    Miskovic adalah pemilik Delta Holding, salah satu perusahaan terbesar di wilayah tersebut. Perusahaan ini memiliki bisnis retail, real estate, asuransi dan bisnis, juga pertanian di Serbia dan beberapa tempat lain di wilayah Balkan. Pada 2007, kekayaannya diperkirakan mencapai US$ 2 miliar tapi dipercaya telah tumbuh lebih dari itu. 

    Ketika Miskovic ditangkap pada Desember 2012, Perdana Menteri Aleksandar Vuvic mengatakan hal ini menunjukkan tak ada seorang pun yang tak bisa disentuh oleh lembaga antirasuah. 

    NBC NEWS | DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?