Selasa, 25 September 2018

PBB: Jumlah Pengungsi di Seluruh Dunia Mencapai 65 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak melihat pengungsi yang melarikan diri dari Falluja saat menunggu pemeriksaan keamanan di kamp pengungsi di Ameriyat Falluja, Falluja, Irak, 16 Juni 2016. REUTERS/Ahmed Saad

    Sejumlah anak-anak melihat pengungsi yang melarikan diri dari Falluja saat menunggu pemeriksaan keamanan di kamp pengungsi di Ameriyat Falluja, Falluja, Irak, 16 Juni 2016. REUTERS/Ahmed Saad

    TEMPO.COJakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis jumlah terbaru pengungsi di seluruh dunia yang telah mencapai rekor tertinggi. Laporan itu menyebutkan 65,3 juta orang telah meninggalkan rumah mereka pada akhir 2015. "Ini pertama kalinya lebih dari 60 juta orang telah mengungsi," kata Badan Pengungsi PBB, UNHCR, pada Senin, 20 Juni 2016, tepat di Hari Pengungsi Dunia.

    UNHCR melaporkan, sebagaimana dikutip dari laman Al Araby, bahwa jumlah pengungsi global naik 5,8 juta sampai 2015. Satu dari setiap 113 orang di planet saat ini adalah pengungsi. Lembaga yang berbasis di Jenewa itu mendesak para pemimpin Eropa dan tempat lain mengakhiri perang yang menjadi alasan utama eksodus manusia dari tanah air mereka.

    "Kita perlu tindakan, tindakan politik, untuk menghentikan konflik," kata Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi. UNHCR mengatakan rata-rata 24 orang mengungsi setiap menit setiap hari sejak tahun lalu—atau 34 ribu orang per hari—atau naik dari enam orang untuk setiap menit pada 2005. Pengungsian global meningkat kira-kira dua kali lipat sejak 1997 dan meningkat 50 persen sejak 2011 ketika perang Suriah dimulai.

    Setengah lebih dari total pengungsi berasal dari tiga negara: Suriah, Afganistan, dan Somalia. Turki menjadi negara penampung pengungsi terbesar. Untuk tahun kedua berjalan, negara itu telah menerima 2,5 juta orang—hampir semua berasal dari negara tetangga Suriah. Afganistan dan Pakistan menampung 1,6 juta, sedangkan Libanon 1,1 juta.

    Grandi menegaskan, sebagaimana jumlah orang yang mengungsi karena konflik dan penganiayaan terus meningkat, sentimen politik anti-migran juga ikut melahirkan gagasan segera memukimkan para pengungsi. "Kesediaan negara-negara bekerja sama seharusnya tidak hanya untuk pengungsi, tapi juga untuk kepentingan kolektif manusia yang sedang diuji saat ini," ucapnya.

    ALATABY.CO.CUK | MECHOS DE LAROCHA

    BACA JUGA
    EKSKLUSIF: Perjalanan Duit Rp 30 Miliar ke Teman-teman Ahok
    Kalau Teman Ahok Dapat Rp 30 Miliar, Kami...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.