BN Pro-Najib Menang Pilkada, Pengaruh Mahathir Meredup?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, melambaikan tangan saat menghadiri pelantikan Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mark Baker

    Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, melambaikan tangan saat menghadiri pelantikan Presiden Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang memberikan suaranya sehingga partai Barisan Nasional meraih kemenangan besar dalam pemilihan anggota parlemen (pilkada) Sarawak kemarin, 18 Juni 2016. Barisan Nasional atau BN merupakan partai pendukung Najib.

    “Meski kerap menjadi sasaran fitnah bermotifkan politik, kami merendah diri menerima kemenangan besar itu,” kata Najib di kantor Perdana Menteri. 

    BN menang besar di Kuala Kangsar dengan meraih 6.969 suara dibandingkan dengan 1.082 suara di pemilihan umum 2013. Najib meraih 9.191 suara di Sungai Besar, lebih banyak dibandingkan dengan 399 suara pada 2013.

    Pemilihan anggota parlemen di Sungai Besar dan Kuala Kangsar menjadi barometer  untuk mencermati seberapa besar dukungan BN terhadap Najib dalam pemilihan umum tahun 2018. Najib saat ini dililit skandal suap multi-miliar dollar di rekening dana bantun pemerintah 1Malaysia Development Bhd (1MDB) . Diduga sekitar US$ 1 miliar dana bantuan mengalir ke rekening pribadi Najib.  

    Najib menjelaskan, bekas Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad telah mengubah pemilihan ini menjadi referendum atas kepemimpinannya. Mahathir yang memimpin Malaysia selama 22 tahun mengkritik keras Najib terkait skandal suap 1MDB. Ia bahkan keluar dari partai terbesar pendukung Najib, UMNO. “Saya keluar dari partai karena partai hanya jadi alat kepentingan Najib,” kata Mahathir.

    “Dia berkampanye untuk mantan musuh-musuhnya di oposisi, tidak terhormat mengoreksi partainya sendiri dengan bahasa kasar dan mengklaim berbicara atas nama rakyat. Tapi pengkhianatan ini dimotivasi oleh kepentingan pribadi, bukan kepentingan nasional,” ucap Najib.

    Menurut Najib, dengan dua kemenangan mayoritas besar ini, orang-orang telah menunjukkan kepercayaan diri mereka untuk mempercayai BN. Mereka, kata Najib, menolak kebohongan Tun Mahathir.

    Kemenangan BN ini, menurut pengamat, bisa jadi petunjuk tentang apakah pengaruh Mahathir mulai meredup di negara itu.

    “Saya ingin berterima kasih kepada semua penggerak BN, baik yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Dato 'Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi,” kata Najib lagi. Ia menilai BN berhasil karena mereka bekerja sebagai sebuah tim. Jika mereka terus bekerja tanpa lelah untuk rakyat dan tetap bersatu, BN akan selalu menang.

    Najib menegaskan, bahwa selama menjabat Perdana Menteri, kepentingan rakyat akan menjadi yang pertama. Najib berjanji akan menunaikan janji-janjinya. Prioritas kerjanya adalah kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keamanan semua warga Malaysia.

    REZKI ALVIONITASARI | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.