Tampung Imigran, Jerman Pertegas Larangan Poligami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imigran mengantri dengan mengenakan selimut pada dini hari saat mendaftar untuk menerima suaka dari Kantor Pusat Pendaftaran Pencari Suaka (ZAA) di luar Kantor Jasa Kesehatan dan Sosial Negara (LAGeSo), Berlin, Jerman, 9 Desember 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Imigran mengantri dengan mengenakan selimut pada dini hari saat mendaftar untuk menerima suaka dari Kantor Pusat Pendaftaran Pencari Suaka (ZAA) di luar Kantor Jasa Kesehatan dan Sosial Negara (LAGeSo), Berlin, Jerman, 9 Desember 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Berlin - Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas mengatakan kementeriannya akan menindak tegas setiap orang yang terlibat praktek poligami dan pernikahan anak di bawah umur. "Tidak seorang pun yang datang ke sini memiliki hak untuk menempatkan nilai-nilai budaya atau agama di atas hukum kami," ucap Maas, seperti dikutip BBC, Rabu, 15 Juni 2016.

    Kekhawatiran tentang praktek poligami dan perkawinan di bawah umur telah meningkat baru-baru ini setelah Jerman menampung sejumlah besar imigran, yang mayoritas berasal dari negara-negara Islam. Di beberapa negara Islam, laki-laki diperbolehkan menikahi hingga empat istri, sementara di Jerman poligami dilarang hukum.

    "Hukum di Jerman jelas, tidak ada yang diperbolehkan menikah dengan lebih dari satu orang pada satu waktu, dan itu berlaku juga bagi pendatang baru di negara ini," ujar Maas. Dikatakan, poligami sering secara diam-diam dipraktekkan dan ditoleransi keberadaannya. Maas ingin pemerintah bersikap tegas. "Semua orang harus mematuhi hukum, tak peduli apakah ia tumbuh di sini atau baru saja tiba."

    Aturan itu juga berlaku untuk kawin paksa dan di bawah umur. "Kami tidak bisa mentoleransi pernikahan paksa, terutama jika si gadis masih berada di bawah umur," tutur Maas. BBC melaporkan, negara federal Bavaria itu telah mencatat 550 kasus pengantin berusia di bawah 18 tahun dan 161 kasus pengantin di bawah 16 tahun. Semuanya berasal dari pencari suaka yang tiba bersama gelombang imigran baru-baru ini.

    Dalam kebanyakan kasus, gadis-gadis muda sudah menikah sebelum kedatangan mereka di Jerman. Tidak ada hukum yang jelas di Jerman tentang apa yang harus dilakukan dengan pernikahan di bawah umur yang dilakukan di negara-negara Islam, dan pengadilan membuat penilaian atas dasar kasus per kasus.

    Sebuah pengadilan di Kota Bamberg baru-baru ini memutuskan pernikahan gadis 15 tahun dan pria 21 tahun yang dilakukan di bawah yurisdiksi Suriah bisa dianggap sah di Jerman. Di Jerman, usia minimum menikah adalah 18 tahun. Namun ada kemungkinan gadis 16 atau 17 tahun menikah jika keluarga memberi persetujuan di pengadilan dan pasangannya berusia paling kurang 18 tahun.

    BBC | MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.