Penembakan di Orlando, Ayah Omar Mateen Salahkan Keamanan Klub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas memeriksa lokasi dimana telah terjadinya aksi penembakan di kelab malam gay yang dilihat dari atas di Orlando, Florida, Amerika Serikat, 12 Juni 2016. Aksi penembakan yang terjadi pada dini hari 12 Juni 2016 telah menewaskan sekitar 50 orang. REUTERS

    Sejumlah petugas memeriksa lokasi dimana telah terjadinya aksi penembakan di kelab malam gay yang dilihat dari atas di Orlando, Florida, Amerika Serikat, 12 Juni 2016. Aksi penembakan yang terjadi pada dini hari 12 Juni 2016 telah menewaskan sekitar 50 orang. REUTERS

    TEMPO.COOrlando - Ayah pelaku penembakan di klub malam di Orlando mengatakan serangan yang menewaskan 50 orang itu seharusnya bisa dicegah jika klub tersebut memiliki keamanan yang lebih baik.

    "Klub dengan 300-400 pengunjung seharusnya memiliki keamanan yang baik," kata Seddique Mateen, ayah pelaku penembakan Omar Mateen. "Jika keamanannya baik, tidak akan ada kesempatan (penembakan) itu." 

    Seddique, sebagaimana dilansir dari laman Express.co.uk, Selasa, 14 Juni 2016, menegaskan bahwa klub malam harus melindungi setiap orang yang datang ke tempat itu. 

    Namun, Seddique mengakui, anaknya tidak semestinya membunuh 50 orang di sebuah bar gay karena, menurut dia, Allah sendiri akan menghukum kaum homoseksual.

    Seddique berbagi kesedihan dengan keluarga korban dan mengatakan tindakan anaknya merupakan yang terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. "Ini bukan kabar baik bagi seluruh Amerika," ucapnya.

    Adapun pihak berwenang dilaporkan sedang menyelidiki motif penembakan Omar Mateen. FBI telah menggambarkan dia sebagai "ekstremis rumahan" yang mendukung kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). 

    Selama serangan, Omar bahkan menelepon 911 untuk memberi tahu bahwa ia setia kepada ISIS. FBI berpikir Omar telah diradikalisasi melalui Internet. Namun Seddique mengatakan ia tidak percaya bahwa agama memiliki kaitan dengan tindakan anaknya. 

    "Tidak ada agama yang mengajari Anda menyakiti atau membunuh seseorang," ucapnya. "Ini adalah tindakan tunggal. Ia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, bukan agama atau latar belakangnya."

    Seddique menambahkan, "Saya mengajarinya menjadi lebih terdidik dan lebih berorientasi pada pelayanan terhadap masyarakat."

    EXPRESS.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.