Arab Saudi Mengutuk Serangan Mematikan di Orlando

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chris Hemming (kiri) dan Tristan Davison saling berpelukan saat ikuti aksi belasungkawa dalam parade Gay Pride di Boston, Massachusetts, 12 Juni 2016. Aksi tersebut guna berduka atas tewasnya 50 orang dalam aksi penembakan di sebuah kelab malam gay di Orlando, Florida. REUTERS

    Chris Hemming (kiri) dan Tristan Davison saling berpelukan saat ikuti aksi belasungkawa dalam parade Gay Pride di Boston, Massachusetts, 12 Juni 2016. Aksi tersebut guna berduka atas tewasnya 50 orang dalam aksi penembakan di sebuah kelab malam gay di Orlando, Florida. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington - Arab Saudi, Senin, 13 Juni 2016, mengutuk keras serangan mematikan di Orlando, Florida, yang menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai puluhan korban lain.

    Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Abdullah al-Saud, dalam sebuah pernyataan mengatakan, "Kerajaan Arab Saudi mengutuk keras serangan terhadap orang-orang tidak berdosa di Orlando, Florida, dan mengirimkan ucapan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman korban serta warga Amerika Serikat."

    Pangeran Abdullah berujar, Kerajaan berdiri bersama warga Amerika dan berdoa untuk pemulihan semua korban cedera akibat serangan tersebut. Dia juga menuturkan Arab Saudi siap bekerja sama dengan Amerika Serikat serta masyarakat internasional guna mengakhiri kekerasan dan teror.

    Serangan pada Minggu, 12 Juni 2016, merupakan serangan paling buruk dalam sejarah modern Amerika yang berlangsung di klub malam Orlando dan menyebabkan 50 orang tewas. Pria bersenjata berada di balik serangan itu, yakni Omar Mateen, 29 tahun, muslim keturunan Amerika-Afganistan.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.