Penembakan di Orlando, FBI Tak Melihat Keterlibatan ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Omar Mateen, pelaku serangan di klub Pulse, Orlando, AS, Minggu, 12 Juni 2016. SSebanyak 50 orang tewas, termasuk Mateen. (facebook)

    Omar Mateen, pelaku serangan di klub Pulse, Orlando, AS, Minggu, 12 Juni 2016. SSebanyak 50 orang tewas, termasuk Mateen. (facebook)

    TEMPO.CO, Orlando - Pihak berwenang Amerika Serikat menyatakan mereka tidak menemukan hubungan langsung antara militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Omar Mateen, pria bersenjata yang membunuh 49 orang di sebuah klub malam gay di Orlando. Otoritas ini menilai penembakan massal yang dilakukan Omar Mateen adalah penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika modern.

    Federal Bureau of Investigation (FBI) dan badan-badan lainnya masih mencari bukti-bukti mendalam di sekitar Pulse Nightclub. Otoritas tersebut menggambarkan Omar Mateen sebagai seorang ekstremis homegrown yang terinspirasi kelompok-kelompok Islam radikal. Mateen, laki-laki 29 tahun, imigran asal Afganistan, ditembak mati setelah pengepungan tiga jam.

    Baca Juga: ISIS Klaim sebagai Dalang Serangan Mematikan di Orlando

    "Sejauh ini, kita melihat ada indikasi bahwa ini diarahkan dari luar Amerika Serikat dan kami melihat ada indikasi bahwa dia adalah bagian dari jaringan tertentu," kata Direktur FBI James Comey di Washington seperti dilansir Reuters. "Kami sangat yakin pembunuh ini radikal," kata James lagi.

    Sebelumnya, kelompok ISIS mengklaim sebagai dalang di balik serangan mematikan di sebuah klub malam gay, pada Ahad, 12 Juni 2016. Aksi Mateen tersebut mengakibatkan 50 orang tewas dan 57 lainnya terluka.

    Berita Menarik: Penembakan Orlando, Pria Ini Pamitan ke Ibunya

    Melalui agensi berita mereka, Amaq, mereka menyebut Omar Mateen, pelaku penembakan, adalah salah satu pejuang mereka. "Serangan bersenjata yang menargetkan klub malam gay di Kota Orlando, Florida, yang menyebabkan lebih dari seratus orang tewas atau terluka, dilakukan pejuang ISIS," tulis berita Amaq seperti dikutip Daily Mail, Senin kemarin.

    Simak: Penembakan di Klub Gay Orlando, Selebritas Dunia Berduka

    Omar Mateen adalah imigran Afganistan yang tinggal Port St. Lucile di Florida. Bagi FBI, sosok Omar tidak asing lagi. Omar sudah dua kali diinvestigasi sebelum penembakan, tapi akhirnya dilepaskan. Salah satu agen FBI, Ronald Hooper, mengatakan senjata yang digunakan adalah AR-15 dan sebuah pistol. "Mateen sudah membeli setidaknya dua senjata api secara legal dalam satu pekan terakhir," kata Hooper seperti dikutip Daily Mail.

    REUTERS | DAILY MAIL | ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.