Keluarga Korban Maafkan Pelaku Penembakan di Orlando  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto seorang pria bernama, Omar Mateen yang diambil dari media sosialnya yang diidentifikasi oleh kepolisian sebagai pelaku aksi penembakan di sebuah kelab malam gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat yang terjadi pada 12 Juni 2016 dini hari.  REUTERS

    Foto seorang pria bernama, Omar Mateen yang diambil dari media sosialnya yang diidentifikasi oleh kepolisian sebagai pelaku aksi penembakan di sebuah kelab malam gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat yang terjadi pada 12 Juni 2016 dini hari. REUTERS

    TEMPO.CO, Florida - Ayah dari Mercedes Marisol Flores, perempuan 26 tahun yang tewas dalam insiden penembakan di Orlando, Florida, mengampuni pelaku teror, Omar Mateen. "Saya memaafkan pembunuh putri saya. Saya tidak bisa hidup dengan kebencian yang begitu besar," kata Cesar Flores, laki-laki asal Guatemala.

    "Saya ingin Anda (Omar Mateen) lebih peduli pada anak Anda. Lihatlah situasi yang saya alami. Marilah hidup dalam damai dan saling mengasihi," kata Flores seperti dilansir The Guardian, Senin, 13 Juni 2016.

    Baca Juga: Terungkap, Pelaku Penembakan di Orlando Sering Pukuli Istri

    Sambil menitikkan air mata, Flores mengatakan anak gadisnya sedang menempuh studi di Orlando Valencia Community College. "Mercedez, dia memiliki begitu banyak ide," kata Flores. Keluarga tersebut pindah ke Kota Florida Tengah, Davenport, dari New York sejak 2012.

    Flores juga mengungkapkan bahwa putrinya telah meninggal bersama sahabatnya, Amanda Alvear, perempuan 25 tahun, seorang mahasiswa ilmu keperawatan yang tinggal di Davenport. "Dia seorang gadis yang bahagia sepanjang waktu, ia pekerja keras."

    Simak Pula: ISIS Klaim sebagai Dalang Serangan Mematikan di Orlando

    Saat ini, penyelidikan terhadap penembakan di Pulse Nightclub pada Ahad, 12 Juni 2016, sedang berlangsung. Pihak berwenang telah mengidentifikasi penembaknya, yakni Omar Mateen dari Port St. Lucie, Florida. Sebanyak 50 orang tewas dalam tragedi itu dan 53 orang lainnya terluka. Wali Kota Buddy Dyer telah menyatakan keadaan darurat di kota tersebut.

    THE GUARDIAN | ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.