Dubes RI: Luksemburg Mitra Strategis dalam Investasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan Organisasi Internasional (a.l. NATO, WCO).  Yuri Octavian Thamrin (kiri) bersama istri, Risandrani  usai  menyerahkan surat kepercayaan (kredensial) kepada Grand Duke of Luxembourg, Henri Albert Gabriel Felix Marie Guillaume (tengah)  di Istana Grand Ducal,  Luksemburg, 9 Juni 2016. Foto: KBRI Brussel

    Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan Organisasi Internasional (a.l. NATO, WCO). Yuri Octavian Thamrin (kiri) bersama istri, Risandrani usai menyerahkan surat kepercayaan (kredensial) kepada Grand Duke of Luxembourg, Henri Albert Gabriel Felix Marie Guillaume (tengah) di Istana Grand Ducal, Luksemburg, 9 Juni 2016. Foto: KBRI Brussel

    TEMPO.CO, Luksemburg - Duta Besar RI di Brussels, Yuri Octavian Thamrin menilai Luksemburg  penting bagi Indonesia. Hal ini terutama karena negeri berpenduduk 562 ribu jiwa itu, merupakan negara pusat dana investasi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Demikian disampaikan Yuri saat menyerahkankan surat kepercayaan kepada Grand Duke of Luxembourg, Henri Albert Gabriel Félix Marie Guillaume di Istana Grand Ducal, Kamis 9 Juni lalu.

    "Penyerahan kredensial pada hari ini menggenapi penyerahan surat-surat kepercayaan oleh Dubes Yuri bagi seluruh wilayah akreditasi KBRI Brussel, yang meliputi Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan Organisasi Internasional," ungkap KBRI Brussel lewat rilis yang diterima Tempo, Senin, 13 Juni 2016.

    Pada pertemuan itu Grand Duke atau Adipati Agung Henri menyampaikan salam kepada Presiden RI Joko Widodo, dan mengusulkan agar KBRI dapat membina kerjasama dengan Kamar Dagang Luksemburg, peningkatan kerjasama satelit dan pendidikan.

    Dia mengaku terkesan saat berkunjung secara pribadi ke Indonesia sekitar satu setengah tahun yang lalu. "Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan Indonesia dan kiranya hubungan kerjasama ekonomi kedua negara dapat terus ditingkatkan," tulis KBRI Brussel.

    Kepada Adipati Henri, Yuri mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia menawarkan beasiswa seni dan budaya yang dapat dimanfaatkan bagi warga Luksemburg. Selain itu, Indonesia juga akan menjadi 'negeri tamu' atau guest country dalam Festival Europalia 2017 dan akan mengupayakan penampilan seni budaya Indonesia di Luksemburg.

    Menurut KBRI Brussel, hubungan baik Indonesia dan Luksemburg memberikan manfaat bagi kepentingan Indonesia. Antara lain karena Luksemburg merupakan sentra keuangan penting di Eropa. Di Uni Eropa,  peranan Luksemburg juga sangat penting. Jean Claude Junkers, mantan Perdana Menteri Luksemburg, kini merupakan Presiden Komisi Eropa yang juga memiliki perhatian cukup besar terhadap Indonesia.

    Selain itu, Luksemburg adalah tempat berkumpulnya “broker” keuangan dunia. Sementara, Indonesia dinilai sebagai negara dengan pasar yang sangat besar untuk penanaman modal asing.

    Sektor penting kerja sama antara Indonesia dan Luksemburg saat ini adalah pada pembangunan satelit telekomunikasi. Adapun potensi kerja sama lainnya antara lain pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan raya, alat transportasi, industri kertas dan percetakan, kimia dan farmasi, industri elektronik logam dan mesin.

    Khusus di sektor jasa keuangan, sesuai data per akhir tahun 2015, investasi Luksemburg di Indonesia  baru mencapai US$ 12,33 juta.

    "Sesuai target pembangunan pemerintah yaitu peningkatan investasi di Indonesia, rencananya Perwakilan RI akan melakukan kegiatan promosi investasi Indonesia yang melibatkan pengusaha Luksemburg dan pengusaha Indonesia di tahun 2016 ini," ungkap KBRI Brussel.

    Sebelumnya, pada 14 April 2016,  Yuri juga telah menyerahkan surat kepercayaan  kepada Raja Belgia, Raja Philippe. Lalu pada penyerahan kredensial kepada Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, 15 April 2016, disampaikan bahwa Indonesia  adalah teladan yang baik bagi Eropa, khususnya bahwa Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan.

    Menurut KBRI, Perwakilan RI di Brussel menjadi sangat relevan saat ini oleh tantangan yang berkembang di Indonesia maupun global, khususnya terkait kebutuhan menarik investasi asing hingga kerjasama penanganan terorisme.

    Di sisi lain, KBRI Brussel juga terus meningkatkan pelayanan bagi WNI di Belgia dan Luksemburg. Penyerahan kredensial di Luksemburg ini dibarengi oleh membuka warung konsuler untuk pelayanan WNI di Luksemburg, yg terdiri dari pasangan kawin campur maupun pekerja professional.

    Sebelum dilantik menjadi Dubes RI di Brussel, Yuri adalah Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika. Dia pernah menjadi Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia. Selain pernah menjabat sebagai Direktur Asia Timur dan Pasifik, Yuri juga pernah menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri RI.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.