Alasan Obama Tak Hadiri Pemakaman Ali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peti mati yang membawa jenazah mendiang Muhammad Ali tiba untuk disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Pada pemakamannya, jenazah mendiang Ali akan diusung oleh mantan juara tinju, Lennox Lewis dan aktor, Will Smith.  REUTERS/Lucas Jackson

    Peti mati yang membawa jenazah mendiang Muhammad Ali tiba untuk disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Pada pemakamannya, jenazah mendiang Ali akan diusung oleh mantan juara tinju, Lennox Lewis dan aktor, Will Smith. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama tak dapat menghadiri upacara pemakaman petinju legendaris Muhammad Ali, di kediaman Ali, Louisville, AS, pada Jumat, 10 Juni 2016.

    Kehadiran Obama kemudian diwakilkan oleh penasihat senior Valerie Jarrett. Pidato yang akan disampaikan Obama pun akhirnya dibacakan oleh Valerie. Obama tak bisa hadir dalam upacara pemakaman Ali karena ia harus datang ke acara kelulusan putrinya yang duduk di bangku SMA.

    Valerie menyampaikan kesan Obama terhadap Ali selama ini. “Muhammad Ali adalah seorang Amerika yang pemberani, pelopor, dan penggembira,” ujar Valerie membacakan tulisan Obama. Tak hanya itu, Obama juga memandang Ali sebagai sosok yang peduli akan kebebasan beragama, berpendapat, dan berkeyakinan.

    Sebanyak 100 ribu orang diperkirakan menghadiri upacara dan menyaksikan langsung prosesi pemakaman Ali. Para tamu yang hadir dalam pemakaman di antaranya adalah mantan Presiden AS Bill Clinton, penasihat senior Presiden AS Barack Obama, Raja Yordania Abdullah II, aktor Bill Crystal, Will Smith, dan Arnold Schwarzenegger.

    Prosesi pemakaman dimulai pukul 10.35 waktu setempat, atau terlambat satu jam dari jadwal seharusnya. Peti jenazah Ali akan dibawa ke beberapa tempat, di antaranya rumah masa kecil Ali, The Ali Center, The Center for African American Heritage, dan Muhammad Ali Boulevard.

    Ali tidak hanya dikenal karena karier olahraganya, tapi juga karismanya dalam memperjuangkan hak. Ia meninggal dunia pada Jumat lalu di usia 74 tahun setelah mengalami masalah kesehatan yang tambah parah akibat penyakit Parkinson.

    THE GUARDIAN | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.