Ribuan Orang Ikuti Pemakaman Petinju Legendaris Muhammad Ali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita asal Irak menangis seraya berdoa saat menghadiri salat jenazah mendiang Muhammad Ali di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Sejumlah penggemar tak kuasa menahan tangis saat mendoakan idolanya, sang legenda tinju dunia yang tutup usia pada 3 Juni lalu. REUTERS/Lucy Nicholson

    Seorang wanita asal Irak menangis seraya berdoa saat menghadiri salat jenazah mendiang Muhammad Ali di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Sejumlah penggemar tak kuasa menahan tangis saat mendoakan idolanya, sang legenda tinju dunia yang tutup usia pada 3 Juni lalu. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang menghadiri prosesi pemakaman petinju legendaris Muhammad Ali di kediamannya di Louisville, Amerika Serikat, pada Jumat, 10 Juni 2016.

    Ribuan pelayat datang memenuhi jalanan di sekitar lokasi pemakaman. Seperti dilaporkan oleh BBC, mereka mengambil gambar suasana dan meneriakkan nama Ali ketika mobil jenazah memasuki area pemakaman.

    Iring-iringan jenazah mengantarkan Ali ke tempat istirahat terakhirnya setelah dilakukan seremonial keagamaan. Aktor Will Smith dan mantan petinju Lennox Lewis menjadi salah satu pengusung jenazah.

    Sementara itu, mantan Presiden AS Bill Clinton akan menyampaikan pidato perpisahan untuk mengenang Ali. Ribuan tiket gratis untuk ikut dalam seremonial mengenal Ali di sejumlah lokasi ludes dalam waktu 1,5 jam.

    Prosesi pemakaman dimulai pukul 10.35 waktu setempat, atau terlambat satu jam dari jadwal seharusnya. Peti jenazah Ali dibawa ke beberapa tempat, di antaranya rumah masa kecil Ali, The Ali Center, The Center for African American Heritage, dan Muhammad Ali Boulevard.

    Tampak penggemar Ali melempar bunga-bunga ke mobil jenazah Ali sepanjang rute perjalanan menuju tempat pemakaman. Para penggemar juga membawa papan bertuliskan pesan duka mendalam atas kepergian Ali.

    Prosesi pemakaman akan berakhir di Cave Hill Cemetery, yang akan dilanjutkan dengan upacara pemakaman secara tertutup. Ali, yang tidak saja dikenal karena karier olahraganya tapi juga karismanya dalam memperjuangkan hak, meninggal pada Jumat lalu di usia 74 tahun setelah mengalami masalah kesehatan yang tambah parah akibat penyakit Parkinson.

    BBC | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.