Ribuan Pelayat Gemakan Ali dan Allahu Akbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 14 ribu orang menyambut kedatangan jenazah mendiang Muhammad Ali yang akan disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Salat jenazah ini dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. REUTERS/Carlos Barria

    Sekitar 14 ribu orang menyambut kedatangan jenazah mendiang Muhammad Ali yang akan disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Salat jenazah ini dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, LOUISVILLE -  Prosesi pemakaman Muhammad Ali dimulai pada Jumat 10 Juni 2016 pukul 22.00 WIB hingga berita ini diturunkan.  Puluhan ribu orang seperti dilansir Associated Press,  menyerbu Louisville, Kentucky dan berjajar sepanjang 19 mil atau sekitar 30 kilometer. Mereka menanti peti jenazah Muhammad Ali dibawa ke peristirahatan terakhirnya.

    Jenazah Ali sebelumnya disalatkan di Freedom Hall Arena, Louisville. Petinju legendaris dan pejuang kemanusiaan itu dipuja oleh pengagumnya dari segala penjuru dan mereka menghormati Ali yang meninggal karena komplikasi penyakit parkinson pada usia 74 tahun, Jumat pekan lalu.

    Suasana khusyuk terlihat tak hanya saat salah jenazah dilakukan, tapi juga ketika prosesi penghormatan terakhir digelar.  Ribuan orang di Freedom Hall itu mengemakan nama Ali, Ali, bersahutan dengan takbir,  "Allahu Akbar"

    Imam Zaid Shakir, pencetus sekolah kesenian Muslim Zaytuna College di Berkeley memimpin penghormatan tersebut. "Allahu Akbar" dikumandangkan Imam Shakir berkali-kali di depan peti jenazah Ali yang dibalut kain hitam dan emas.

    Muhammad Ali meninggal dalam usia 74 tahun di sebuah Rumah Sakit di Kota Phoenix, negara bagian Arizona, setelah dirawat sejak Kamis pekan lalu. Ali menderita gangguan pernapasan , kondisi komplikasi akibat penyakit Parkinson yang dideritanya.  Keluarga, dalam pernyataan yang disampaikannya pekan lalu menyebut pemakaman Ali akan dilakukan di kampung halamannya, di Louisville, Kentucky.

    Terlahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Ali mengubah namanya sekaligus setelah memeluk Islam. Ia langsung jadi sorotan, tak hanya ketika meraih medali emas di tinju kelas berat ringan dalam Olimpiade 1960 tapi juga setelah ia memeluk Islam. Sejak saat itu, Ali dikenal getol memperjuangkan ras kulit hitam Amerika dan juga warga Muslim di AS. Ali juga menolak ikut wajib militer tentara Amerika ketika harus berperang di Vietnam.

    Ali dikritik tapi juga dipuja dari seluruh dunia. Terlihat betul, perarakan selama 30 kilometer itu, mobil  jenazah petinju legendaris ini disambut ribuan orang telah berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal. Mereka membawa poster dan bunga. Beberapa bahkan meneriakkan nama juara dunia tiga kali untuk tinju kelas berat itu.

    Seperti dilansir Reuters, ribuan orang di jalan meneriakkan nama "Ali" ketika mobil membawa peti jenazah bergerak  keluar dari Freedom Hall hingga melewati rumah masa kecilnya, Ali Center, pusat latihan tinjunya, serta Center for African American Heritage, yang berfokus pada kehidupan orang kulit hitam di Kentucky.

     Terdengar juga gema takbir Allahu Akbar dilontarkan ketika mobil Ali mendekati Cave Hill Cemetery untuk peristirahatan terakhirnya.

    Sementara yang lain tampak tenang dan memberi penghormatan terakhir mereka kepada “sang juara”. Di batu nisannya tertulis hanya “Ali”.

    Hadir antara lain mantan Presiden AS Bill Clinton dan komedian Billy Crystal.

    WDA | REUTERS | AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.