Duo Capres AS Kobarkan Perang Tweet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyapa pendukungnya di Brooklyn borough, New York, A.S, 7 Juni 2016. Hillary Clinton berhasil keluar sebagai pemenang calon Presiden dari partai Demokrat terhadap rivalnya, Bernie Sanders. Ap Photo

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyapa pendukungnya di Brooklyn borough, New York, A.S, 7 Juni 2016. Hillary Clinton berhasil keluar sebagai pemenang calon Presiden dari partai Demokrat terhadap rivalnya, Bernie Sanders. Ap Photo

    TEMPO.CO, Washington - Pertarungan merebut jabatan tertinggi di Amerika Serikat belum resmi dimulai. Namun dua calon presiden (capres) Hillary Clinton dan Donald Trump sudah mulai berperang lewat Twitter.

    Hal ini bermula dari sokongan resmi Presiden Barack Obama terhadap capres asal partainya, Demokrat, Hillary Clinton, Kamis waktu setempat, 9 Juni 2016.  Dukungan itu langsung disambar Trump, calon dari Partai Republik, dengan ejekan.

    "Obama just endorsed Crooked Hillary. He wants four more years of Obama, but nobody else does, (Obama baru saja mendukung Crooked Hillary, dia inginkan 4 tahun lagi bagi Obama, tapi tidak seorang pun yang mau)" ujar Trump dalam akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, yang di-retweet hingga 21 ribu kali. Sejak kampanye dimulai, Trump mengolok-olok Clinton dengan sebutan "Crooked Hillary".

    Cuitan itu langsung dibalas akun Twitter resmi Clinton, @HillaryClinton, "Delete your account. (Hapus akunmu) twitter.com/realDonaldTrump..."  cuit Clinton yang memiliki lebih dari 6,7 juta pengikut di Twitter.

    Hanya dalam hitungan menit, frasa itu menjadi populer. Cuitan paling populer Clinton,di-retweet 194 ribu pengikut, sementara dan 213 ribu menyukai unggahannya (like).

    Meski demikian, cuitan itu tidak dibubuhi dengan "-H", yang berarti tulisan tersebut tidak ditulis oleh Clinton sendiri.

    Trump kembali membalas tweet yang dilontarkan Clinton dengan mengutip penggunaan server e-mail pribadi Clinton yang kontroversial saat menjabat sebagai Sekretaris Negara Amerika.

    "How long did it take your staff of 823 people to think that up, and where are your 33,000 emails that you deleted? (Berapa lama 823 staf kamu memikirkannya dan di mana 33 ribu e-mail yang kamu hapus?" kata Trump.

    Sebelumnya, Obama menyatakan dukungannya kepada Clinton secara resmi melalui sebuah video yang dirilis kemarin siang. "Saya tahu bagaimana beratnya pekerjaan ini. Faktanya, saya tidak menemukan orang lain yang masuk kualifikasi untuk memimpin kantor ini," ujar Obama.

    "Saya ingin Anda, yang telah bersama saya sejak awal perjalanan yang luar biasa ini, untuk menjadi yang pertama tahu, bahwa saya bersama dengan dia," kata Obama. "Saya sangat bersemangat dan saya tidak sabar keluar dari sini untuk berkampanye dengan Hillary."

    CNN INTERNATIONAL | REUTERS |ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.