Sebelum Tewas Terbakar, Silvana Ingin Pelesiran ke India  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Pebisnis wanita asal Indonesia, Silvana Regina Sutanto, tewas dalam kebakaran di Pondok Kodiak, Alaska, Amerika Serikat, Kamis, 26 Mei 2016. Peristiwa itu terjadi saat Silvana berlibur bersama ketiga anaknya, yang selamat dari peristiwa tersebut, meski mengalami luka bakar.

    Menurut laporan The Straits Times, kebakaran terjadi pada pukul 04.00 dinihari waktu setempat. Tim penyelamat gagal datang tepat waktu karena jarak pandang yang terbatas pada saat kejadian. Namun setidaknya seorang polisi margasatwa, dua polisi negara bagian, dan seorang wakil tim pemadam kebakaran dikirim lewat kapal patroli untuk memadamkan api.

    Api berhasil dipadamkan pada pukul 10.45 waktu setempat. Adapun pihak kepolisian masih menginvestigasi penyebab kebakaran tersebut.

    Silvana merupakan pemilik status permanent resident Singapura dan memiliki hunian di sana. The Straits Times yang datang ke kediamannya di Belmont Road, 6 Juni lalu, bertemu dengan dua pembantu rumah tangga Silvana. Salah satunya, bernama Ata, menyebut Silvana “majikan yang baik”.

    Salah seorang teman dari keluarga Silvana, Ranjan Ramchandani, mengatakan, "Kami sebenarnya baru-baru ini membicarakan rencana bepergian ke India, Etiopia, dan Alaska untuk memotret beberapa daerah tapi semuanya sudah terlambat," kata Ranjan.

    Ranjan menggambarkan Silvana sebagai orang yang selalu tersenyum dan bersemangat melihat alam. Silvana merupakan direktur utama di lima perusahaan investasi dan kesehatan di Singapura di antaranya United Wealth Industries, The Inspiration Shop, dan Universal Wellbeing.

    EGI ADYATAMA | THE STRAITS TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.