Akibat Serangan Bom di Istanbul Turki, Seorang WNI Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusakan bus polisi akibat ledakan bom Istanbul, Turki, 7 Juni 2016.    Bom yang dikendalikan dari jarak jauh itu dilaporkan diledakkan saat bus polisi melewati distrik Vezneciler. REUTERS/Osman Orsal

    Kerusakan bus polisi akibat ledakan bom Istanbul, Turki, 7 Juni 2016. Bom yang dikendalikan dari jarak jauh itu dilaporkan diledakkan saat bus polisi melewati distrik Vezneciler. REUTERS/Osman Orsal

    TEMPO.CO, Jakarta – Ledakan bom kembali menyerang ibu kota Turki, Istanbul, Selasa, 7 Mei 2016. Bom kali ini meledak di kawasan dekat stasiun metro, Vezneciler, di kawasan Beyazit. Seorang mahasiswa Indonesia jurusan fisika di Istanbul University, Azwar Abadi Arsyad, dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat terkena serangan bom yang terjadi pukul 08.50 waktu setempat itu.

    "Saya pikir gempa. Kami semua (berada) di kelas 10 menit lagi masih ujian, lalu semuanya pada nangis" ujar mahasiswa asal Makassar tersebut menurut laporan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki. Luka di kepala Azwar disebabkan plafon ruangan kelasnya ambruk karena getaran bom.

    Hingga saat ini, belum dipastikan jumlah korban serangan. Namun dalam laporan PPI Turki, setidaknya dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka. Laporan tersebut juga menyebutkan ada beberapa tembakan seusai bom meledak, dan kemungkinan yang menjadi target serangan adalah pos polisi.

    Baca Juga: Bom Meledak di Bus Polisi Turki, Dua Tewas

    Di Istanbul University, tengah digelar  ujian akhir semester yang dimulai pukul 09.00 waktu setempat. "Kaca-kaca kampus juga pecah terkena goncangan. Sepertinya ujian bakal di tunda sore hari atau mungkin minggu depan" ujar Azwar.

    Dari data yang dimiliki PPI Turki, sedikitnya ada tujuh pelajar Indonesia yang kuliah di Fakultas Fen (sains) Istanbul University. Di kompleks tersebut, ada tiga fakultas, yaitu edebiyat (sastra), su ürünleri (perikanan), dan fen (sains).

    Ledakan membuat kaca dan bangunan sekitar kampus di Fakultas Sains Istanbul University rusak parah. Sedangkan pusat kampus Istanbul University terletak di daerah Beyazit, sekitar 700 meter dari stasiun metro, Vezneciler.

    Simak: Ramadan, Barack Obama Sindir Donald Trump

    Suara ledakan terdengar cukup jauh hingga radius lebih 2 kilometer. Ketua PPI Turki Azwir Nazar, yang baru pulang dari Masjid Fatih Cami, juga mendengar ledakan. "Mungkin karena terlalu pagi, bulan puasa, cuaca sedikit hujan, jadi belum banyak aktivitas. Karena itu, suara bom sangat mengguncang," tuturnya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.