Tarawih di Mekkah dan Madinah Diimami Ulama Top

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan jemaah calon haji melakukan tawaf, berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali, di Masjidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Para jemaah mulai bergerak Padang Arafah pada 22 September 2015 untuk melakukan wukuf. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    Ribuan jemaah calon haji melakukan tawaf, berjalan mengelilingi Kabah tujuh kali, di Masjidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Para jemaah mulai bergerak Padang Arafah pada 22 September 2015 untuk melakukan wukuf. MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Riyadh - Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, menandatangani sebuah keputusan yang menyebutkan salat tarawih di Madinah dan Mekkah akan diimami oleh ulama terkemuka Arab Saudi.

    Kedua nama yang ditunjuk oleh Kerajaan jelas Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Presidensial Dua Masjid Suci, bertugas memimpin salat di Madinah dan Mekkah.

    Menurut pengumuman Kerajaan sebagaimana diberitakan Arab News, Jumat, 3 Juni 2016, imam salat tarawi di Masjidil haram, Mekkah, akan dipimpin oleh Yasir Al-Dossary, seorang guru besar di Universitas Raja Saud (KSU). Sementara itu, Khalid Al-Muhanna, dari Al-Imam Mohammed bin Saud Islamic University, akan menjadi imam tarawih di Masjid Nabawi, Madinah.

    Setiap tahun, jutaan jamaah umrah baik dari Kerajaan Arab Saudi maupun belahan dunia manapun salat tarawih di dua masjid suci. Tahun ini, Kerajaan Saudi mengeluarkan visa umrah sebanyak 5.671.855 yang disebarkan ke seluruh kedutaan besar Saudi.

    Dari jumlah tersebut yang masuk ke Kerajaan melalui berbagai pelabuhan udara maupun laut mencapai 5.047.088.

    "Jumlah tersebut meningkat lima persen dibandingkan dengan tahun lalu," tulis Arab News. Mayoritas jamaah umrah datang dari Mesir dengan jumlah visa umrah sebanyak 1.207.891.

    ARAB NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.