Perlawanan Irak Menyebabkan Tentara Amerika Kesulitan Logistik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad:Pasukan Amerika Serikat kesulitan mengamankan daerah-daerah strategis yang sudah direbutnya di Bagdad. Hal itu karena pasukan Amerika kesulitan logistik. Akibatnya, pasukan marinir gagal menyerang dengan intensif. Jarak tempuh yang harus kami lalui menyebabkan kami kekurangan jumlah logistik (amunisi, bahan bakar kendaraan, air). Ini menyebabkan kami kesulitan mengamankan daerah strategis yang sudah kami rebut,"ujar Letnan Satu Marinir Tom Elssinger, dari First Regimental Combat Team, Jumat (28/3) kepada wartawan AFP. Puluhan ribu marinir dan pasukan darat Amerika Serikat dari Divisi Tiga Infantri telah melaju sepanjang 700 kilometer dari perbatasan Kuwait dan Irak sejak tanggal 20 Maret. Sepanjang perjalanan melalui rute strategis, pasukan Amerika itu menemui perlawanan yang hebat dan cuaca buruk yang secara langsung berdampak pada lambatnya laju pasukan dan lambatnya rencana antisipasi. Faktor tersebut juga membuat pengiriman suplai logistik dari selatan perbatasan mengalami hambatan. Pertempuran hebat terjadi di Rute Tujuh di kota Nasiriyah, Sharat dan Rafit dan perjuangan keras masih harus dilakukan helikopter CH-46 yang mensuplai logistik bagi keperluan pasukan Amerika. Badai pasir, hujan menjadi halangan sejak hari pertama serangan koalisi Amerika dan Inggris ke Irak. Faktor cuaca itu pula yang menyebabkan pengiriman logistik dilakukan melalui udara sejak Kamis (27/3). Brengsek sekali (cuaca) ini, umpat seorang sersan yang tidak mau disebutkan namanya. Ia menyatakan perlunya jalan singkat untuk mengirim logistik bagi pasukan. Sementara itu mereka, harus memfilter dan mengklorinasi air untuk kebutuhan saat ini. Namun pejabat militer senior yang tidak ingin disebut namanya menegaskan, pasukan Amerika tidak menderita karena kekurangan air dan amunisi. Semua itu bisa dengan mudah dikirimkan melalui helikopter, ujarnya. (AFP/Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.