Kotak Hitam Egyptair MS804 Terdeteksi di Laut Mediterania  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu puing dari pesawat EgyptAir yang berhasil ditemukan oleh tentara Mesir di Laut Mediterania, 21 Mei 2016. Juru bicara militer Mesir mengatakan puing-puing dan barang milik penumpang ditemukan sekitar 290 km dari kota Alexandria. Egyptian Military/Handout via Reuters

    Salah satu puing dari pesawat EgyptAir yang berhasil ditemukan oleh tentara Mesir di Laut Mediterania, 21 Mei 2016. Juru bicara militer Mesir mengatakan puing-puing dan barang milik penumpang ditemukan sekitar 290 km dari kota Alexandria. Egyptian Military/Handout via Reuters

    TEMPO.COKairo - Sinyal dari kotak hitam diduga milik pesawat EgyptAir MS808, yang jatuh dalam penerbangan dari Paris ke Kairo, telah terdeteksi berada di Laut Mediterania.

    Para peneliti Prancis yang berada di Laut Mediterania di dekat Yunani mengatakan sinyal hampir pasti berasal dari Airbus A320, yang jatuh pada 19 Mei 2016 dan menewaskan 66 orang itu.

    Kotak hitam pesawat dirancang untuk memancarkan sinyal akustik selama 30 hari setelah kecelakaan. Otoritas Mesir membutuhkan kotak hitam untuk mendapatkan rekaman yang akan membantu peneliti menentukan penyebab kecelakaan. 

    Menteri Penerbangan Mesir awalnya mengatakan serangan teroris mungkin menjadi penyebab pesawat jatuh, selain kegagalan teknis. Sedangkan badan keselamatan penerbangan Prancis menyatakan pesawat mentransmisi pesan otomatis yang menunjukkan asap berada di kabin dan terjadi kesalahan pengawasan penerbangan hanya beberapa menit sebelum kehilangan kontak.

    Mesir dan Prancis telah menandatangani perjanjian kerja sama pencarian bersama dua perusahaan Prancis yang ahli dalam pencarian di air dalam, Alseamar and Deep Ocean Cari (DOS).

    Sebelum mengklaim mendapat sinyal, para peneliti sebelumnya mencari kotak hitam di kedalaman sekitar 10 ribu kaki, sekitar 180 mil sebelah utara pantai Mesir.

    STANDARD.CO.UK | MECHOS DE LAROCH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.