Setelah Diperkosa, Gadis India 15 Tahun Ini Digantung di Pohon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkosaan. baomoi.com

    Ilustrasi perkosaan. baomoi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh tak bernyawa remaja 15 tahun ditemukan tergantung di pohon di Bahraich, Negara Bagian Uttar Pradesh, India.

    Dilansir dari laman media lokal India, NDTV, Selasa, 31 Mei 2016, remaja perempuan tersebut sempat diperkosa dan dibunuh sebelum digantung di pohon oleh tiga pelaku yang ingin menyamarkan penyebab kematiannya.

    Polisi setempat menyebutkan aksi bejat para pelaku yang berasal dari Nanpara, India, tersebut terjadi Jumat lalu. Tubuh korban baru ditemukan esoknya.

    "Gadis itu menolak tawaran pelaku (untuk berhubungan badan). Dia diperkosa kemudian dicekik. Untuk membuatnya terlihat bunuh diri, mereka gantung tubuhnya di pohon lalu pergi,” ujar Inspektur Salik Ram Verma yang menangani kasus tersebut.

    Verma pun menjelaskan, korban tewas setelah dicekik. Dari keterangan keluarga, korban yang tak disebut namanya itu diketahui meninggalkan rumahnya di Bahraich pada Jumat malam lalu untuk menemui salah satu pelaku yang merupakan kenalannya.

    Dikutip NDTV, ayah korban menuturkan ketiga pelaku sebelumnya sudah sempat mencoba menculik putrinya.

    Masyarakat India sudah melayangkan protes keras kepada pemerintah yang dianggap lalai memberantas kejahatan seksual.

    Indonesia pun tengah menghadapi darurat kejahatan seksual. Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Hukuman kebiri dalam perpu itu akan diterapkan kepada narapidana kejahatan seksual dengan sejumlah pertimbangan. Namun, hingga kini, aturan tersebut masih menuai pro dan kontra karena dianggap melanggar hak asasi manusia.

    CNN | NDTV | AFP | YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.