Presiden Turki Erdogan Minta Warga Muslim Tak Ikut KB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor belibis hinggap di atas kepala Presiden Turki, Tayyip Erdogan saat sedang mengunjungi sebuah fasilitas dari Kementerian Kehutanan dan Pengelolaan Air di Rize, Turki, 14 Agustus 2015. REUTERS

    Seekor belibis hinggap di atas kepala Presiden Turki, Tayyip Erdogan saat sedang mengunjungi sebuah fasilitas dari Kementerian Kehutanan dan Pengelolaan Air di Rize, Turki, 14 Agustus 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuai kritik dari sejumlah aktivis hak perempuan setelah mengimbau umat Islam tak ikut serta dalam program pengendalian keturunan alias keluarga berencana (KB).

    Dalam pidatonya di Istanbul yang disiarkan langsung media setempat, Erdogan meminta keluarga muslim tak membatasi jumlah keturunan. “Saya katakan jelas, kita perlu tingkatkan jumlah keturunan kita,” ucap Erdogan, seperti dilansir laman Guardian, Senin, 30 Mei 2016.

    Mantan Perdana Menteri Turki ini mengatakan sudah menjadi tanggung jawab para ibu di Turki untuk menjaga angka pertumbuhan penduduk, yang notabene sudah meningkat hingga 1,3 persen selama beberapa tahun terakhir.

    "Orang-orang bicara soal pengendalian kelahiran, soal KB. Tidak ada keluarga muslim yang bisa memahami dan menerima hal itu. Ini semua sudah digariskan oleh Tuhan dan jadi tugas utama para ibu,” ujarnya

    Dikutip dari Guardian, Erdogan dan Emine, istrinya, memiliki dua putra dan dua putri. Bulan ini, Presiden menghadiri pernikahan putri bungsunya, Sumeyye, dengan seorang pengusaha industri pertahanan bernama Selçuk Bayraktar. Putri Sulung Erdogan, Esra, pun sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak.

    Pernyataan Presiden Turki pertama yang dipilih oleh rakyat itu dikecam karena dianggap menghina hak umat muslim.

    Aktivis lokal, salah satunya dari kelompok Platform to Stop Violence Against Women, menyebut opini Erdogan kuno dan berbau abad pertengahan. "Kami akan melindungi hak-hak kami," tutur kelompok tersebut lewat kicauan di Twitter, Senin, 30 Mei 2016.

    Berdasarkan statistik lokal, angka populasi warga negara Turki pada 2015 meningkat menjadi 78,7 juta jiwa, jauh beda dengan tahun 2000 saat jumlahnya tak lebih dari 68 juta jiwa.

    Erdogan, yang menjadi presiden sejak 2014, pernah dikritik karena menolak konsep kesetaraan gender. Komentarnya soal KB di Turki ini bukan yang pertama. Dua tahun lalu, dia sempat menyatakan program tersebut adalah suatu penghianatan karena menghambat pergantian generasi.

    THE GUARDIAN | CNN | YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.