Menjelang Ramadan, Biro PRT Palsu Menjamur di Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa perempuan Arab antre membeli makanan cepat saji di tempat yang telah ditentukan bagi mereka di kawasan Aziziah, Mekkah, Arab Saudi, (16/10). ANTARA/Saptono

    Beberapa perempuan Arab antre membeli makanan cepat saji di tempat yang telah ditentukan bagi mereka di kawasan Aziziah, Mekkah, Arab Saudi, (16/10). ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Riyadh - Menyambut bulan suci Ramadhan yang segera tiba, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dipusingkan dengan urusan pekerjaan rumah tangga. Pasalnya mulai berjamuran biro-biro penyedia pembantu rumah tangga (PRT) palsu untuk melakukan penipuan.

    Biasanya menjelang bulan puasa, permintaan akan pembantu rumah tangga meningkat drastis. Para pemilik biro penyaluran rumah tangga bisa meraup keuntungan hingga ribuan dolar dari setiap perekrutan.

    Banyaknya perekrutan membuat biro-biro resmi kewalahan melayani permintaan dan sering kehabisan stok, sehingga memberikan peluang bagi beberapa orang untuk membuka biro PRT palsu.

    Abdulaziz al-Asiri, seorang warga Arab Saudi, mencoba untuk mendapatkan pembantu rumah tangga melalui situs web. Dia menghubungi kantor perekrutan yang berjanji untuk menemukan pembantu dalam waktu dua bulan dan bahkan membayar uang muka. Dua bulan kemudian, Al-Asiri tidak mendapati yang diinginkannya dan uangnya juga habis.

    Badriah al-Dayes bahkan rela membayar PRT seharga US$ 1.600 atau Rp 21,8 juta untuk bulan ini hingga Ramadan. Ia juga membayar broker PRT sebagai uang muka sebesar US$ 270 atau Rp 3,6 juta . "Saya tidak ada pilihan kecuali menghubungi broker untuk mendapatkan pembantu," ujar perempuan ini.

    Begitu juga dengan beberapa warga lainnya yang sulit mendapatkan jasa tersebut. Bahkan ada pembantu yang seenaknya saja berhenti di tengah jalan meskipun telah dibayar penuh ke agennya.

    Dikatakan bahwa saat-saat seperti ini, para pembantu biasanya akan sangat menuntut majikannya dengan permintaan-permintaan yang tidak mereka dapatkan di waktu biasa. Misalnya, mereka tidak ingin bekerja untuk keluarga besar yang memiliki banyak anak dan diijinkan menggunakan telepon seluler kapan saja mereka mau.

    Untuk itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Arab Saudi mengatakan akan mengintensifkan kampanye penumpasan broker pembantu dan kantor perekrutan tanpa izin.

    "Kami bekerja sama dengan kedutaan Saudi di beberapa negara Asia untuk menindak perekrut palsu. Kami akan memberikan hukuman berat pada broker perekrutan palsu tertangkap di pasar Saudi, " kata Khalid Aba al-Khail, Direktur informasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Saudi.

    AL ARABIYAH|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.