Demo Buruh di Prancis, 77 Orang Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar dan mahasiswa menghadiri demonstrasi menentang usulan undang-undang ketenagakerjaan Perancis di Paris, Prancis, 31 Maret 2016. Aksi ini merupakan bagian dari protes reformasi tenaga kerja nasional dan pemogokan. REUTERS/Christian Hartmann

    Pelajar dan mahasiswa menghadiri demonstrasi menentang usulan undang-undang ketenagakerjaan Perancis di Paris, Prancis, 31 Maret 2016. Aksi ini merupakan bagian dari protes reformasi tenaga kerja nasional dan pemogokan. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.COParis - Hampir seluruh wilayah Prancis, Kamis kemarin, 26 Mei 2016, disesaki pengunjuk rasa dari kelompok buruh, menyebabkan sedikitnya 77 orang ditahan polisi. Menurut taksiran aparat keamanan, sekitar 18 ribu demonstran memenuhi ibu kota negara.

    Di Paris, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan anti-pemerintah disertai bunyi sirene di belakang mereka. Demonstran bergerak dari sebelah timur alun-alun Bastille menuju Ibu Kota. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke arah demonstran untuk menghentikan langkah mereka dan menahan sejumlah orang akibat perusakan properti.

    Sebelumnya, pekerja dari 19 pembangkit listrik tenaga nuklir menyatakan bergabung dengan karyawan pengelola minyak dan jaringan kereta api untuk menentang pemerintah. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pemerintah menutup kilang minyak dan memaksa pemerintah menyiapkan cadangan bahan bakar strategis.

    "Pemogokan pekerja listrik negara menyebabkan pemadaman bergilir di seluruh Prancis," tulis Al Jazeera, Jumat, 27 Mei 2016.

    Al Jazeera melaporkan, aksi turun ke jalan itu dilatarbelakangi kemarahan kaum pekerja terhadap pemerintah karena memberi kemudahan kepada pengusaha mempekerjakan dan memecat karyawan, serta melemahkan kekuatan serikat pekerja.

    "Para pekerja mengatakan tidak ada kompromi hingga pemerintah membatalkan undang-undang perburuhan yang baru," ujar Natacha Butler dari Al Jazeera yang melaporkan dari Paris.

     AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?