Dituduh Korupsi, PM Papua Nugini Didesak Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Papua Nugini, Peter Charles Paire O'Neill beserta istri Lynda May Babao. TEMPO/Subekti

    Perdana Menteri Papua Nugini, Peter Charles Paire O'Neill beserta istri Lynda May Babao. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Port Moresby - Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya meski terus didesak mahasiswa melalui aksi unjuk rasa.

    "Saya ingin menyatakan secara jelas bahwa saya tidak akan mengundurkan diri dari Kantor Perdana Menteri," ucap Peter O'Neill, seperti dilansir ABC.au pada 22 Mei 2016.

    O'Neill beralasan, dia menghormati keputusan konstituennya pada Pemilu 2012 yang mempercayainya hingga 2017.

    Para mahasiswa Universitas PNG dan University of Technology Lae selama hampir tiga pekan ini terus melakukan unjuk rasa menuntut pengunduran diri O'Neill dari kursi perdana menteri.

    Para mahasiswa, yang juga telah membuat petisi dan mengirim surat sebanyak sepuluh lembar, menuduh O'Neill melakukan korupsi. Menurut mereka, telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan pemerintah dan tidak ada transparansi.

    Namun O'Neill secara tegas membantah semua tudingan mahasiswa itu. Dia menuturkan tidak masuk akal untuk dirinya melakukan korupsi karena berlawanan dengan niat politiknya.

    O'Neill menambahkan, sebaiknya para mahasiswa tersebut menghentikan aksi demonstrasi dan kembali melanjutkan proses belajar-mengajarnya.

    ABC.AU | ASIA PASCIFIC REPORT | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.