ISIS Sebar Peringatan Mengerikan Selama Ramadan di Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Syiah menembakan roket kearah militan ISIS saat bertempur di Falluja, Irak, 23 Mei 2016. Perdana Menteri Irak memulai operasi perebutan kembali Falluja dari militan ISIS. REUTERS/Stringer

    Pasukan Syiah menembakan roket kearah militan ISIS saat bertempur di Falluja, Irak, 23 Mei 2016. Perdana Menteri Irak memulai operasi perebutan kembali Falluja dari militan ISIS. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah memperingatkan akan ada serangkaian serangan mengerikan di Barat selama Ramadan.

    Dalam pidato pertamanya pada Oktober 2015, juru bicara ISIS, Abu Muhammad, berkata kepada para ekstremis tentang ancaman Ramadan tahun ini, 2016. "Bersiap, bersiap untuk membuatnya menjadi bulan bencana di mana pun untuk non-muslim."

    Pesan audio Abu Muhammad ditujukan terutama untuk pendukung khalifah di Eropa dan Amerika. Pernyataan itu mendorong umat Islam untuk mengangkat senjata dan menyerang Barat selama Ramadan, yang dimulai pada 7 Juni 2016. Ia juga berbicara kepada para migran yang tinggal di Eropa.

    "Jika tiran telah menutup gerbang migrasi untuk Anda, Anda terbuka di gerbang jihad dan membuat tindakan mereka menjadi penyesalan," ujar Abu Muhammad.

    "Tindakan terkecil yang Anda lakukan di jantung mereka lebih dari yang terbaik," ujarnya lagi. Dalam pesan mengerikan itu, ia mengatakan mereka ingin "menghukum hari Salib dan malam membawa rasa takut kepada mereka, sepanjang waktu."

    Bulan Ramadan adalah perayaan suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Tradisi 30 hari ini biasanya ditandai dengan doa ekstra dan pembacaan khusus dari Al-Quran.

    Video kebencian yang berisi omelan selama 31 menit itu dirilis unit media ISIS, Al-Furqan. Namun, dalam pidato berjudul That They Live By Proof tersebut, tidak ada yang menyebutkan video itu dari penumpang jet EgyptAir.

    Kecelakaan MS 804 ini masih menjadi misteri. Penyidik masih mencari kotak hitam pesawat. Tidak ada kelompok teroris yang maju untuk mengklaim tanggung jawab atas tragedi tersebut.

    Meskipun peringatan Abu Muhammad tentang kehancuran di Barat, ISIS di Irak dan Suriah malah terus melemah. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi hari ini mengumumkan pasukan akan mencoba untuk mengambil kembali Kota Fallujah, sebelah barat Bagdad.

    Al-Abadi mengatakan tentara Irak "mendekati momen kemenangan besar". Pekan lalu, ISIS menyatakan keadaan darurat di ibu kota dan memproklamirkan diri mereka di Raqqa.

    Laporan pejabat AS juga mengatakan beberapa pejuang ISIS telah mencoba melarikan diri dari kubu ekstremis.

    THE SUN | REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.