Papua Nugini: Forum Pasifik Ingin Papua Self-Determination

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peter O'Neill. AP/Mary Altaffer

    Peter O'Neill. AP/Mary Altaffer

    TEMPO.CO, Port Moresby - Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill menegaskan kembali komitmennya terhadap Papua Barat (Papua) kepada Presiden Joko Widodo secara langsung.

    O'Neill saat diwawancarai radio FM 100, seperti dilansir Radionz.co.nz, Kamis, 26 Mei 2016, mengatakan Papua disambut dengan baik di Papua Nugini.

    "Kami sama-sama peduli dengan apa yang sedang terjadi di Papua Barat. Kami menyatakan secara langsung kepada otoritas tertinggi, termasuk presiden, pada tahun ini, khususnya mengenai isu hak asasi manusia dan otonomi," ucap O'Neill.

    O'Neill, yang saat ini menjabat Ketua Forum Negara-negara Kepulauan Pasifik, menuturkan telah menyurati Jokowi untuk mengajukan pengiriman tim pencari fakta yang ditunjuk oleh para pemimpin Kepulauan Pasifik ke Papua. Tim ingin berbicara langsung dengan orang-orang Papua.

    "Respons yang kami terima dari Indonesia adalah mereka menyambut dialog dan menghargai keinginan kami agar Papua Barat memiliki lebih dari sekadar otonomi, apakah itu akan berupa penentuan nasib sendiri (self-determination) atau tidak, ini sesuatu yang dapat dikerjakan," ujarnya.

    Pernyataan O'Neill disampaikan menyusul munculnya kritik Ketua Melanesian Spearhead Group yang juga Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, bahwa Indonesia telah gagal merespons permohonan keterlibatan Forum Pasifik dan MSG dalam isu Papua.

    RADIONZ.CO.NZ | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.